Senin, 09 Desember 2013

Forum Indonesia Muda 14B

               Wonderful Experience. Mungkin itulah kata yang terucap bila bercerita pengalaman mengikuti pelatihan tingkat nasional yang di ikuti pemuda luar biasa dari seluruh penjuru bumi pertiwi ini. Forum Indonesia Muda.
                Saya yang menginginkan mengikuti pelatihan tingkat nasional mencoba mendaftar Pelatihan FIM angkatan 14. Setelah saya mendaftar, saya tetap optimis lolos, namun ketika diakhir pendaftaran. Angka 4995 terpampang dalam website yang saya lihat. Lima ribu kurang lima pemuda se-Indonesia mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang pada saat itu akan dilaksanakan di dua tempat yaitu Cibubur Jakarta dan Bukit Tinggi. Padahal yang diterima hanya 300-an untuk pelatihan di dua tempat itu. Saya-pun pasrah dengan melihat angka itu.
                Namun anugrah Allah membuat saya dapat mengikuti pelatihan tersebut di Bukit Tinggi pada tanggal 31 Mei 2013 sampai 4 Juni 2013. Di hari pertama, kami disambut dalam acara yang luar biasa seru. Ketika membuka pintu suara musik berdendang dengan kencang, teriakkan semangat yang menggelegar. Kami seakan-akan tamu yang istimewa dengan sambutan yang juga istimewa. Pada malam itu kami berkenalan dengan panitia FIM14 B dan fouder FIM yaitu Bunda Tatty dan Papa Elmir. Kedua pasangan suami istri yang begitu menginspirasi. Bagaimana tidak, ketika saya melihat mereka, jiwa pemuda terpancar begitu terang benderang diwajah mereka. Padahal umur mereka sudah tidak muda lagi yaitu 50-an. Namun pancaran pemuda tetap terasa bila melihat mereka.
Group Coaching Agus Salim
                Perkenalan berlanjut, baru saja saya duduk diruangan ini menyimak beberapa saat. Suasana kekeluargaan begitu merasuk dalam hati ketika kita menapaki setiap interaksi-interaksi di forum ini. Keluarga Kunang-Kunang, itulah sebutan kami dalam menyebut kekeluargaan di Forum Indonesia Muda. Pada malam itu juga bunda tatty mengisi materi tentang realita pemuda Indonesia saat ini. Dilanjutkan dengan diskusi-diskusi banyak hal. Acara malam itu-pun selesai, kami dipersilahkan istirahat setelah dikelompokkan dengan kelompok coaching.
                Hari esoknya acara dilanjutkan di gedung istana Bung Hatta. Materi-materi yang luar biasa kembali saya dengarkan dari orang-orang luar biasa pula. Bapak Tifatul Sembiring (menkominfo), Bu Meutya Hatta, Karni Illyas, Taufik Ismail dan pemateri luar biasa lainnya.
                Hari-hari berikutnya materi berada di IPDN baso. Lagi dan lagi kami disuguhkan dengan pemateri yang menginspirasi. Bapak Erie Sudewo menyampaikan tentang character building. Sebuah pemikiran yang mengagumkan dalam membangun dasar-dasar karakter bangsa. Lalu sosok yang sangat menginpirasi lainnya yaitu  bapak Arif Rahman, beliau adalah tokoh pendidikan yang saya kagumi. Bagaimana tidak, ketika dia mengisi materi di ruangan auditorium yang sangat besar dengan peserta seratusan orang. Beliau bicara tanpa microphone, padahal usia beliau telah menginjak 71 tahun. It’s Great. Yudi Latief penulis buku negara paripurna-pun juga mengisi materi bersama pemateri-pemateri luar biasa lainnya.
                Pada tanggal tiga hasil dari group coaching di presentasikan. Setelah panjang lebar berdiskusi dengan berbagai ide yang telah keluar. Kelompok saya dan kawan-kawan, yaitu kelompok agus salim memiliki ide “Pustaka Ransel”. Setelah presentasi dari setiap kelompok. Program “Roksi (Rumah Oksigen)”-lah yang memenangkan proyek.
Tari Indang Api Ekspresi
                Pada hari yang sama, yaitu tanggal 3 juni 2013 acara yang menurut FIM angkatan diatas yang paling dinanti-pun berjalan. Apakah itu? Yak benar Api Akspresi. Penampilan-penampilan setiap kelompok sangatlah hebat. Mulai dari teater-teater, pembacaan puisi dan banyak lagi dipadukan dalam sebuah karya seni terpadu. Kamipun terkadang terkagum dengan ide-ide yang sangat kreativ. Dalam api ekspresi ini satu hal yang paling unik. Mereka yang mengingatkan waktu, dengan cara unik. Menjadikan kami tertawa riang dengan tingkah panitia ini.
                Api ekspresi pada malam itu diakhiri dengan penampilan dari panitia. Sebuah Teater Musical yang menggambarkan tentang sosok tokoh nasional yang bersahaja dan moderat. Yaitu Bung Hatta, Sebuah cerita yang apik menggambarkan hamparan indah bumi pertiwi, ditambah unsur-unsur kreativ yang menambah mewahnya penampilan panitia ini. Tari indang-pun tak luput dari rangkaian penampilan panitia. Sehingga karya hebat dari panitia ini tetap terngiang dalam pikiran bila kita membicarakan api ekspresi. Lalu pada malam itulah acara pelatihan FIM ditutup secara formal. Esoknya acara jalan-jalan.
                Panorama, itulah tujuan panitia dalam kegiatan terakhir dalam rangkaian acara Forum Indonesia Muda 14B. Saya yang pertama kali ke Bukittinggi melihat lobang jepang dan keindahan panorama membuat saya senang. Walaupun pelatihannya di Sumbar, saya yang lahir sampai besar di Jakarta mana tahu seluk beluk kota Bukittinggi. Ternyata dengan acara FIM inilah saya juga melihat lobang jepang,  Jam gadang dan lain sebagainya.
                Di Forum Indonesia Muda ini yang istimewa yaitu bertemu pemuda-pemuda yang berjuang untuk negeri. Mencari makna-makna kehidupan untuk menginspirasi sekitar. Saya beruntung bertemu dan bergabung dengan keluarga kunang-kunang. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan telah
mengikuti pelatihan dengan pemateri, panitia dan peserta yang luar biasa.


Pemuda Indonesia… Aku Untuk Bangsaku!

Training of Trainer Kemenpora

                Kesempatan luar biasa yang dapat saya miliki, saya mengikuti pelatihan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga yaitu Training of Trainer.  Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Axana kota Padang. Pertama-tama seorang senior menawarkan saya untuk direkomendasikan untuk mengikuti pelatihan ini. Saya ditawari untuk menjadi salah satu utusan dari Puskomda FSLDKD, hal ini karena saya juga bergabung dalam tim BP FSLDK Unand.
                Awal penawaran saya ragu karena ini berbentrokkan dengan jadwal ujian satu mata kuliah. Menurut yang mengajak saya kita bila ingin mengikuti acara ini harus ditempat terus. Namun pada akhirnya saya di Izinkan untuk mengikuti ujian.
                Materi yang luar biasa yang disampaikan ditambah dengan pemateri nasional yang dahsyat. Trainer dari Trustco mengisi 2 materi. Ilmunya sangat bermanfaat untuk menjadi motivasi dan pelaksanaan public speaking untuk menjadi Trainer.
                Hal yang terpenting lagi dalam mengikuti acara ini adalah bertemu pemuda luar biasa se-sumatera barat. Mereka-mereka adalah peserta yang sring mengikuti program kemenpora seperti pertukaran pemuda keluar negeri, berlabuh berbagai pulau, sarjana pembangunan kampong dan lain sebagainya. Ikutnya saya dalam acara ini menambah jaringan yang saya miliki.
                Pada acara ini saya sekamar dengan dua orang mahasiswa UNP yaitu Feri dan Rival. Mereka utusan dari As-salam Sumbar, sebuah organisasi dakwah sekolah yang menaungi rohis-rohis se-sumbar. Untung saja saya sekamar dengan mereka, karena seumuran. Soalnya banyak juga peserta yang beda 5-7 tahun sama saya. Jadikan bisa lepas dan ga ada segan-seganan. J

                Itu mungkin pelatihan pertama di hotel yang saya rasakan. Sebuah pengalaman yang lumayan seru. Semoga dapat menikuti pelatihan-pelatihan lainnya dari Kemenpora. 

Koord. Dept. SDI Lembaga Kajian Ekonomi Islam FE Unand



                LKEI FE Unand adalah organisasi keislaman yang saya ikuti di kampus. Lembaga Dakwah Fakultas, mungkin ini yang lebih familiar di telinga mahasiswa se-Indonesia. Saya yang sangat sebentar sekali di Rohis SMAN 101 karena keburu lulus ingin menambah kontribusi kepada dakwah dengan mengikuti open recruitmen lembaga ini.  
Mubes LKEI FE Unand 2013
                O.R LKEI berisi dengan berbagai tahap. Mulai dari mengikuti TOL, Pesantren Wisata (Pesta), BBMK, dan IMT. Ketika TOL saya tidak datang, lalu ketika Pesta saya mengikutinya. Pesta ini diadakan selama 3 hari. Dua hari pertama materi dan satu hari outbound di Air Bangek. Materinya berisi dengan  Seru dan Luar biasa acara ini. berjalan saya menjadi peserta ikhwan terbaik. Entah kenapa pantia milih saya, cap cip cup aja kali. Hehe.
                Selanjutnya Islamic Management Training atau Latihan Manajemen Dakwah 1. Ini tahap akhir O.R, di tahap ini peserta O.R mengikuti tentang pelatihan tentang keorganisasian. Waktu demi waktu berlanjut saya-pun lulus dan menjadi anggota muda LKEI. Ketika Musyawarah besar LKEI, untuk pemilihan ketua umum LKEI yang baru, saya menjadi pimpinan siding satu dan pertama kali memimpin jalannya siding.
                Diakhir mubes, saya diamanahkan menjadi Koordinator Sumber Daya Insani (SDI) atau di organisasi lain namanya PSDM. Dapet amanah lagi menjadi Koordinator dalam bidang SDM. Awalnya kaget, tahun satu diamanahin yang berat gitu, namun kata senior di Rohis SMA, Ia berkata “Yang milih antum jadi coordinator itu bukan mereka, tapi Allah. Makanya jalankan amanah dari Allah ini. Mereka hanya menjadi perantara saja”. Sejak itu baru semangat membara dalam menjalankan amanah ini.
Ketika Pesta 2013
                Selanjutnya saya menjalankan amanah ini dengan segala rintangannya. Anggota yang itulah, bentrokkan itulah dan berbagai hal. Karena semua hal itu pasti ada tantangan. Tantangan itu akan menjadi pembelajaran untuk pendewasaan diri.

                

Koordiator PSDM AMA Unand

                Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Assosiasi Mahasiswa Asrama Universitas Andalas. Itulah nama departemen yang saya pimpin di asrama. Departemen yang berisi orang-orang luar biasa, calon pemimpin masa depan. Pada awalnya departemen ini berisi 30 orang. Namun kita mengakhiri masa jabatan dengan 25 orang.
                Departemen yang bergabung dalam AMA unand ini memiliki pengurus, saya sebagai Koordinator, Joni (teman sekamar saya di asrama) sebagai sekretaris departemen, Ossy sebagai Bendahara, dan Fitriani sebagai Sie. Infokom. Teman sekamar saya lainnya Ali juga tergabung dalam departemen ini.
                Kami memiliki berbagai program kerja, pertama hari AIDS Nasional pada 1 desember 2012. Acara ini diketuai oleh Rasyid. Acara ini kurang maksimal karena guyuran hujan sangatlah kencang, sehingga acara kami berpindah-pindah dari satu asrama ke asrama lainnya.
                Setelah kami mejalankan proker pertama itu, lalu kami menjalankan upgrading dengan lari joging bersama-sama yang diakhiri dengan bermain di sungai. Hal itu cukup untuk menambah chemistry diantara kami anggota PSDM. Walau saat itu saya jatuh lemas dan pucat karena suatu hal. Hoho
Ketika Joging
Lalu kami juga menjalankan Softskil Kepenulisan dan Softskill Quantum Learning dalam waktu yang berbeda diantara keduanya. Softskill pertama luar biasa hari hujan juga mempengaruhi banyanya peserta asrama. Namun dengan perjuangan bersama bang micko menjemput dengan ambulance, pesrta kembali banyak. J. Softskill kedua dilaksanakan sebelum UTS semester genap. Dengan tema Quantum Learning. Acara ini Lancar walau saat itu panitia sangatlah sedikit.
Hari Terakhir PKIM Asrama
Nah, acara terakhir kita dan yang terbesar adalah Pekan Kreativitas & Intelektualitas Mahasiswa (PKIM) Asrama. Acara adalah perlombaan yang diikuti mahasiswa asrama. Mulai dari lomba debat, cerdas cermat, seni kriya, dan lomba mengetik dengan mesin tik tercepat.
Di acara ini kekompakkan PSDM AMA semakin terajut dengan kuat. Maka dari itu kekeluargaan setelah acara ini sangatlah terasa. Kami juga sering mengadakan kumpul-kumpul setelah masa jabatan, bakar-bakar dirumah ali dan sebaginya. Dan satu hal lagi saya merasa beruntung waktu itu kalah dalam pesta demokrasi asrama, dimana saya menjadi salah satu calonnya. Bila saja saya memenangkan pemira itu dan menjadi ketua AMA, mungkin kekeluargaan di Departemen PSDM AMA ini ngga dirasakan. Hehe.
Inilah Departemen PSDM AMA, sebuah kepingan kenangan yang dahsyat dan berisikan orang-orang luar biasa. Joni, Ossy, Fitri, Ali, Fikran, Fikri, Ebi, Aulia, Yayu, Aldi, Fajri, Odie, Orizo, Rahmi, Rasyid, Nila, Jaka, Mitra, Fuji, Hadit, Sari, Yozi, Zahri, Zaini. Semangat semuanya. PSDM! Bersatu, Cerdas, dan Optimis. Allahu Akbar J









Rabu, 04 Desember 2013

Young Leader College III


                Ini adalah organisasi pertama yang saya geluti di kampus. Saya menjabat sebagai Wakil Ketua di organisasi ini. YouLC adalah organisasi yang berisi pelatihan dibawah kementrian PSDM BEM KM Unand. Disini kami mendapat berbagai pelatihan mulai dari apa itu Negara Mahasiswa, menajemen organisasi, public speaking dan lain sebagainya.
                Saat pembukaan dan kelulusan saya tidak datang karena terbentur beberapa kegiatan yang tak bisa di lewatkan. Namun, tetaplah proses dalam YouLc 3 ini sangatlah luar biasa. Bersama teman-teman lainnya Okta, Ridho, Ihsan, Bobby, Bang Endo,  Ka Iffah, Aulia, Rifa, Ka Yoland, Ka Liza, Asni dan lainnya. Pokoknya dahsyat deh.
                Kami juga menjadi panitia Unand Award, waktu itu adalah banyak ageda. PSDM AMA yang saya pimpin juga sedang menjalankan program terbesarnya yaitu PKIM Asrama. Ditambah juga dengan kepanitiaan Unand Award. Membuat saya lompat sana dan lompat sini untuk menjalankan keduanya. Namun Alhamdulillah tetap terkendali.
                    Saya tidak tahu apa lagi yang ditulis, sepertinya untuk hal ini tidak perlu panjang lebar, karena banyak artikel yang bisa temen-temen baca diblog ini. ok?


HIDUP MAHASISWA!

Senin, 02 Desember 2013

My Campus, Andalas University



                Setelah mengeluti kehidupan SMA selama 3 tahun, akhirnya saya lulus. Lalu saya berjuang belajar otodidak tanpa bimbel untuk menakhlukkan soal-soal SNMPTN tertulis. Selama liburan menunggu ujian saya mulai serius belajar. Hanya saat liburan itu saja, berbeda dari teman-teman saya yang sudah mempersiapkan dari bulan januari dengan bimbel berjuta-juta bahkan hingga 10 juta. Keluarga saya yang keuangan terbatas memaksa saya untuk mandiri dalam belajar SNMPTN hanya ditemani bank soal tahun-tahun sebelumnya.
Pertama Kali Ke Unand
                Saat SNMPTN tertulis 2012 berlangsung, saya yang melakukan ujian di SMAN 28 Jakarta Timur mulai melahap soal dengan semampunya. Agak sulit soalnya, namun saya curahkan segal hal yang saya tahu dengan strategi menjawab soal yag saya perkirakan dengan hitungan sistematis agar lulus. Pilihan awal saya adala IPB dengan jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan kedua Universitas Andalas jurusan yang sama dengan pilihan satu yaitu Ekonomi Pembangunan. Lalu pilihan ketiga Ilmu Politik Unand. Sebenarnya sejak SMA saya sangat ingin masuk IPB, pulpen dan tas tentengan yang dibawa saat PM bergambar logo IPB. Maklum biasanya anak IPA ketika sudah dikit lagi UN banyak membawa buku tebal-tebal banyak kesekolah, jadi selain ada tas yang disandang dibelakang, ada pula tas yang ditenteng ditangan untuk meminimalisir beratnya tanggungan badan ini, hehe. ^_^
Pertama Kali Memakai Almamater Unand
                Teman-teman saya banyak sekali yang menanyakan kenapa segala pilihannya indentik dengan IPS padahal jurusan saya IPA saat SMA. Karena sejak SMP saya ingin sekali menjadi pakar Ekonomi, namun belum jelas seperti apa pakar ekonomi itu waktu saya SMP dulu itu. Namun saya yang suka matematika dan suka tantangan saat SMA lebih tertantang masuk IPA. Hal itu juga terdorong dari Nilai saya yang juga mencukupi sehingga saya tercantol dalam rangking 6 di kelas X4. Lalu kenapa saya memilih Unand menjadi pilihan kedua dan ketiga. Itu dari request ibunda tercinta yang menginginkan anaknya berkuliah di kampuang nan jauah dimato. J
Hari demi hari berlangsung dalam penantian menunggu hasil. Lalu akhirnya pengumuman itu tiba, saya bergegas menuju warnet untuk melihat hasil. Dann ternyata saya lulus di Ekonomi Pembangunan Unand. Alhamdulillah walaupun tak sesuai pilihan awal namun pasti Allah memiliki rencana luar biasa untuk saya di kampus baru saya ini. Lalu saya juga diberi kemudahan oleh Sang Maha Pemurah dengan beasiswa bidikmisi yang membiayai perkuliahan saya selama 4 tahun serta uang jajan 3,6 juta persemesternya. Begitu banyak rahmat dari-Nya. Tak henti diri ini berucap syukurnya.

Saya bergegas meninggalkan segala kegiatan di Jakarta menuju ranah minang yang menanti saya disana. Finally, inilah kampus saya. Universitas Andalas. Semoga saya mendapat segala hikmah-hikmah dan ilmu-ilmu yang dapat di amalkan untuk kepentingan agama dan uat. Aamiin J

RISMA (Remaja Masjid Al-Hasanah)

                Sejak saya menduduki bangku kelas 3 SMP saya memasuki organisasi ini. Berbagai kegiatan-pun saya ikuti organisasi ini. Seperti menjadi panitia Ramadhan mulai dari tahun 2009 hingga sekarang ini. Mulai dari 1430 hingga 1434 kemarin. Menjadi panitia idul adha dan pemotongan hewan qurban juga saya lakoni. Hingga tahun yang sama. Hanya saat 1433 saja, ketika saya ditunjuk jadi ketua pelaksana Ramaddan, panggilan untuk segera mendaftar ulang ke kampus baru di kota padang harus segera dilaksanakan. Sehingga saya harus mengalihkan amanah kepada ketua pelaksana tahun kemarin. Namun kita dapat memanggil ust.Felix siauw pada saat itu. Dan saya menghubungi baha=kan menunjukkan jalan kepada ustad itu saat saya sudah berada di Padang.

                Berbagai pemahaman islam saya dapatkan dengan berdiskusi dengan mas-mas yang ada di masjid Al-Hasanah ini. Mulai mas Fajar, Mas Adji, Mas Udin, Mas Aga dan mas-mas lainnya. Acara-acara rihlah juga terdapat dalam agenda RISMA ini. Sehingga berapa kali kami pergi kepuncak untuk menunaikan agenda rihlah ini. Menyenangkan dalam menjalani organisasi ini. Bersama kawan-kawan Faris, Ifan, Aripin, Ivannanda, Ibnu, Hilmi, Ikhsan, Ka Ilham dan lain-lainnya. Menjadi anak nongkrong di masjid adalah hal yang seru. Anak muda lainnya kayaknya harus mulai mencoba nongkrong-nongkrong di masjid ini. ^_^

BAKSOS YPI


                Ini kegiatan saya ba’da test tulis SNMPTN. Bersama teman-teman dari YPI Adhika, Hafiz, Gilang, Fajar, Izrul, Ginas, Rety,  Aswad dan kawan-kawan lainnya yang telah membantu tenaga dan dana. Ide ini berawal dari Adhika, lalu kami setuju dan menjalaninya sama-sama. Berapa kali kami berkumpul untuk menentukkan panti asuhan yang mana untuk kita datangi. Akhirnya satu panti asuhan dekat rumah teman saya yaitu Gilang, yang juga sangat dekat dengan fakultas kedokteran UI salemba menjadi pilihan kami.
                Kami-pun berkumpul setelah perpisahan yayasan panggilan illahi. Dan menggalang dana dan berdo’a agar kita berhasil lulus ke perguruan tinggi negeri yang kami inginkan. Saya lupa pastinya berapa yang kita kumpulkan. So pastinya setelah ditentukan hari H-nya kita pun melaksanakannya.
Foto Bersama Adik-Adik Panti Asuha
                Di panti asuhan kami meminta menjalankan sebuah acara. Kami sebenarnya belum menyiapkan apa saja susunan acaranya. Namun, akhirnya dengan daya kreativitas tingkat tinggi kami menyusun berbagai acara. Mulai dari pembukaan, penyampaian cerita oleh rety, permainan, motivasi dari hafiz dan saya serta banyak lagi.
Sedikit Mengisi Acara
                Rety dalam menyampaikan ceritanya menggunakan nama-nama kami. Dan itu paling teringat sampai sekarang. Kreativ banget. Applause deh buat Mahasiswi Psikologi UI baru ini. ^_^
                Alhamdulillah acara berjalan lancar. Lalu kami meminta do’a agar dimudahkan untuk masuk PTN yang diinginkan. Aamiin. Setelah acara selesai kami panitia makan-makan di dekat rumah Gilang, yang masih masuk daerah salemba. Ketika makan lumayan waktu itu saya dibayarin sama Calon Presiden Indonesia, Hafiz. Hehe. Waktu katanya dia lagi banyak uang.

                Anyway acara ini keren banget, Alhamdulillah kami masuk diberbagai PTN yang kami inginkan. Ada yang di UI, UNJ, bahkan saya jauh banget di UNAND. Hoho. Alhamdulillah. Sedekah membuka rezeki lebih lebar. ^_^

Sedikit Cerita Tentang SMAN 101 Jakarta

                Inilah SMA ku, sebuah tempat dimana segala hal terjadi, mulai dari konflik anak muda. Cinta, sahabat, kesalah pahaman dan lain sebagainnya. Hal yang luar biasa menjalani sekolah di SMA ini. Teman-teman luar biasa di kelas X4 dengan segala ceng-ceng’an. Pernah bertukar-tukar teman sebangku, mulai dari Simon, Riska, Lalu pindah dengan Ami dan terakhir dengan Dimas.
Lalu naik kelaslah saya ke 11 IPA 2, Bertemu dengan teman-teman satu ekskul di MP, berbaur dengan lelucon-lelucon aneh mereka. Bersama-sama memberikan kejutan ketika ada yang ulang tahun, teman-teman satu permainan. Ade, Egy, Jody, Zae dengan segala kelakar mereka yang buat perut sakit tertawa terus. Peco dengan kehebohannya, Divi dengan Tae min dan koreanya. Nae dengan Ran-nya, Wilda miss tergalau dan terhebring, ratna dengan  terkadang-kadang dewasa dan terkadang-kadang seperti anak kecil. Dinda dengan segala curhatan yang melimpah luah, baik tentang sahabat dan Dude. Lalu yang pasti, Teman sepaket saya Gugun. Teman sebangku yang tak pernah ganti-ganti di kelas 11 ini. Satu-satunya dua cowo sebangku duduk paling depan. Dan inilah Kelas 11 IPA 2, hal yang teringat pertama jika mencoba mengingat kelas-kelas yang pernah saya duduki sejak kelas 10 hingga 12. Teman-teman sepermainan, sebuah konflik, dan sebuah kehebohan remaja saya rasakan disini.
12 IPA 3
Lalu naiklah saya dikelas 12 IPA 3. Dikelas ini saya berubah 180 derajat itu, di kelas ini yang merubah orientasi diri. Di kelas ini membicarakan tentang masa depan dengan teman-teman. Di kelas ini saya mendapat keindahan dalam perubahan. Teman-teman saya dari 11 IPA 2 yang sering sepermainan saat kelas 11 itu ternyata tinggal perempuan saja yang sekelas dikelas 12. Peco (nisa), Divi, dan Nae. Dan mereka dan teman-teman 12 IPA 3-lah saksi hidup melihat dan merasakan perubahan saya yang drastis. Dari ngomongin jejepangan, jadi keislaman. Walau terkadang mereka bete karena katanya sering diceramahin. Tapi mereka yang mengerti dan nggak matahin semangat. Terima kasih luar biasa untuk kalian bertiga. Dan luar biasanya kami ber-empat gagal dalam kampus impian kami, peco yang sangat menginginkan masuk UI ternyata masuk UGM. Divi, yang sangat ingin menjadi guru matematika dengan masuk UNJ. Ternyata masuk UIN pendidikan Kimia. Nae yang ingin ambil gizi IPB, ternyata masuk ke unsoed. Saya, yang saat SMA sangat menggebu-gebu ingin masuk Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan IPB, jadi masuk Ilmu Ekonomi Universitas Andalas. Dengan saling menyemangati ini dan izin-Nya. Kita dapet PTN. Jalan yang lebih baik untuk kita.
Do'a Bersama Hari terakhir Sekolah
Kami hari terakhir belajar mengajar melakukan berbagai hal, saling mendo’akan dan lain sebagainnya. Karena minggu depan ujian nasional telah menunggu kami. Ujian yang menentukan kelulusan kami setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Kita, kelas 12 IPA 3 berkumpul dalam kelas, saling berdo’a dan mendo’akan kawan-kawan. Agar SMA kita lulus 100% dan banyak yang diterima di PTN. Berkumpul dan saling menyemangati ini terekam dalam sebuah foto-foto kami. Lalu seminggu kemudian kita akan bertarung satu lawan satu melawan soal-soal ujian nasional ini.

Foto Buku Tahunan Sekolah 12 IPA 3
Katanya Sepaket, hehe
                Setelah berakhirnya UN. Sekolah kami mempunyai kebiasaan unik. Graduation sebelum pengumuman kelulusan. Hebatkan? Itulah sekolah kami, sangat optimis siswanya lulus 100%. Walau dag dig dug pengumuman UN belum diumumkan. Kita tetap menikmati perayaan kelulusan ini. Saling mendoakan cita-cita teman-teman kami tercapai agar berkuliah di kampus yang di inginkan dan sebagainya. Tak banyak kata yang dapat saya ceritakan dalam graduation ini. Akan terlihat jelas jika melihat foto-fotonya saja. ^_^

Bu Arnah, Wali Kelas Saat X4 dan XI IPA 2



Teman-Teman di 11 IPA 2

Minggu, 01 Desember 2013

Rohis Al-Fath SMAN 101 JKT


                Sebuah perubahan besar dalam hidup. Mungkin itulah yang menggambarkan saya setelah berbaur dengan organisasi ini. Rohani Islam. Awalnya ketika saya kelas satu hanya menganggap organisasi ini hanyalah sekelompok anak-anak yang kerjaannya di masjid. Tapi tidak ada bedanya dengan siswa-siswa lainya. Karena pada saat itu anggotanya sama saja seperti siswa-siswa ibukota lainnya. Sepertinya ga usah disebut kali ya.
                Namun, sebuah perubahan menggelegar ketika saya sudah menjadi kakak kelas. Lalu, melihat adik-adik kelas yang tergabung dalam rohis. Ini baru Ghuroba. Ditambah penjelasan teman sekelas saya, karena baru pertama kali saya sekelas dengan siswi perempuan anggota rohis. Ada dua akhwat dalam bahasa mereka (anak rohis) dalam kelas saya. Ada seorang akhwat yang sering jelasin ini itu. Menjelaskan tentang mentor-mentor mereka. Kak Lukman katanya. Karena penasaran sekaligus terpengaruh karena ga sengaja kebaca biografi Hasan Al-Banna, saya add-lah dan message melalui FB kak Lukman ini. Menannyakan beberapa pertanyaan dan beberapa pembicaraan sehingga di undanglah saya dalam agenda mingguan mereka. Dan akhirnya, Sreeeeettttt…… Saya terjebak dalam jalan kebenaran.
Walaupun agak nggak ngerti apa bahasa mereka, ikhwan-lah, akhwat-lah, antum-lah, ta’afdhol-lah betah dan enjoy sekaligus mengerti bahasa mereka dalam pertemuan mingguan yang mereka sebut ‘mentoring’ ini. Nah, disinilah saya mendapat sebuah spirit yang mengantarkan saya menjadi pemuda yang ingin selalu memperbaiki diri. Baik ruhani, pemikiran, dan lain sebagainya.
dan lainnya. Akhirnya saya-pun
Setelah Pesantren Kilat SMAN 101 Jkt
                Lalu teman-teman yang melihat perubahan saya ini banyak yang keheranan. Ada yang bertanya “lu kemasukkan apa? jadi suka ceramah gini.” Ada juga yang bilang “Lu udah ga asik lagi mul”. Dan ada juga yang aneh katanya “masuk islam apaan lu? Megang cewe jadi ogah?”. Haha. Namun teman-teman terdekat saya di SMA ada yang mengerti. Mengatakan saya sudah mulai dewasa, dan lain sebagainya. Terutama teman-teman perempuan yang sudah sangat mengerti saya walaupun juga ada yang kebingungan. Hehe. Namun biarkanlah perubahan 180 derajat (kata mereka) ini mungkin sebagai titik balik kehidupan saya yang tercatat sejak dulu suka memilihi pendirian yang aneh, semoga saja ini pendirian Azmul yang mulai sistematis dan so pasti ga aneh, bahkan insya  Allah benar.hehe. Sebenarnya ada cerita unik yang melatar belakangi ini tapi cukup ini saja.
                Berbagai agenda saya ikuti dengan mereka. Karena saya hanya sebentar dalam rohis ini, namun cukup berkesan. Menjalankan maulid Nabi di SMA. Nyanyi nasyid diatas panggung maulid itu dan dilihat seluruh warga sekolah, mabit, iftor jama’I dan lain sebagainya. Akhirnya saya diterima kampus ke Padang. Sehingga harus melepas kesibukkan di Dakwah Sekolah ini. Walaupun nanti saat liburan akan tetap membantu segala hal.

Maulid Nabi (saya yg Megang gitar ditengah untuk bernasyid)
                Ketahuilah, setiap perubahan butuh proses, butuh kerja keras, butuh keterbiasaan. Keterbiasaan itu membutuhkan sebuah lingkungan agar dapat terbiasa.  Dan saya rekomendasikan Rohis ini adalah sarana yang luar biasa untuk mengembangkan kebiasaan baik. ^_^

Yayasan Panggilan Illahi

                Yayasan ini bekerja sama dengan Bank Mandiri memberikan bantuan uang sekolah kepada siswa islam di SMA maupun SMK se-Jakarta. Saya diajak oleh guru BK yaitu bu Jubaedah untuk mendaftarkan ini. Ketika melihat nama yayasannya agak aneh, tapi daftar aja lah.Kebetulan keuangan keluarga saya yang waktu itu sedang resesi memang membutuhkan suntikan dana untuk pendidikan saya. Akhirnya saya mendaftar dan pergi ke daerah tebet. Saya ditest pengetahuan Islam dan membaca Al-Qur’an. Alhamdulillah karena saya sejak SD hingga SMA ngaji di sebuah tempat tak pernahputus  jadi Insya Allah pengetahuan agama adalah sedikit-sedikit untuk menjawab pertanyaan yang mendasar.
                Beberapa hari kemudian saya diberi tahu bahwa saya lulus dan untuk mengikuti pertemuan pertama. Ketika saya datang, ternyata memang benar, setiap siswa disini luar biasa semua. Memang siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik dan bisa dikatakan siswa-siswa yang islami bila dibandingsiswa-siswa di daerah Jakarta umumnya. Lagi-lagi ternyata isinya kebanyakan adalah anak-anak ROHIS. Dan disinilah saya pertama kali berkenalan dengan yang namanya MENTORING. Sebuah lingkaran yang luar biasa.
                Pertemuan setiap dua minggu sekali yang diadakan sangat luar biasa pula, karena pada sesi pertama. Mulai dari jam 09.00 sampai zhuhur selalu didatangkan pemateri-pemateri yang luar biasa, mulai dari trainer motivator, entrepreneur dan lain sebagainya. Membuat para siswa YPI mendapatkan suntikan semangat unguk terus berprestasi. Lalu sesi kedua yaitu ba’da Zhuhur hingga jam 2 di isi dengan Mentoring. Bila mendekati ujian maka pada sesi pertama diadakan pembahasan soal yang diadakandi tentori oleh kakak-kakak yang cerdas semuanya.
 Pertemuan yang diadakan di masjid Plaza Bank Mandiri ini memang sangat berkesan untuk saya. Ditambah dengan kakak-kakak pengasuhnya yang ternyata baru saya sadari mereka adalah Aktivis Dakwah dari berbagai kampus negeri di Jabodetabek, seperti UI, UNJ, IPB, UIN. Mereka yaitu Ka Rangga, Ka Andri, Ka Ridwan, Ka Arlex, Ka Saiful, Ka Eka, Ka Irma, dan banyak lagi.
Teman-teman di YPI juga luar biasa. Ada Izrul sang calon ahli fisika Indonesia masa depan, hal ini karena ketika kita baru saja selesai outbound, saat itu badan terasa letih namun ia masih saja sibuk dengan mencorat-coret rumus-rumus di kertas kecilnya. Kini ia berkuliah di Jurusan Fisika UNJ. Izrul ini berasal dari SMA di Jakarta Pusat, teman-teman YPI yang dari Jakut yaitu Gilang, Fajar, Hadi, Teguh dan lain-lain. Lalu ada lagi yang berasal dari SMAN di Jakarta Timur yaitu Hafiz sang presiden masa depan.Karena waktu itu kami dari jakbar hanya berdua jadi kami digabung kelompok mentoringnya bersama jaktim, sehingga intensitas saya dan Hafiz untuk berdiskusi cukup panjang. Ditambah lagi kami mendaftar sebuah beasiswa untuk kuliah bersama-sama, didalam proses pendaftaran itu kami jadi sering bertukar pikiran. Kini ia berkuliah di Ilmu Politik UI. Teman-teman dari Jaktim yang lain yaitu ka Rian dll. Wilayah Jakarta selatan ada teman yang juga luar biasa yaitu Abdul, sekarang ia berkuliah di Fakultas Teknik UI. Lalu teman-teman satu wilayah dengan saya yaitu Gugun, Jumadil, Wahyu, Firaz dll. Lalu dari teman-teman yang akhwat ada Andhika, Kim Reti, Fitri dan lain-lain.
Ada sesi yang cukup terngiang diotak saya. Yaitu ketika kami duduk bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Lalu kakak asuh yang menjadi mentor menanyakan apa cita-cita mu. Lalu kami satu persatu menyebutkan cita-cita kami. Ada yang ingin membuat perusahaan tingkat nasional. Dan berbagai cita-cita mereka sebutkan. Namun ada hal yang menggelitik saya ketika ada yang berbentrokkan cita-citanya dengan cita-cita saya. Lalu kami berjanji bertemu nanti dalam pertarungan meraih cita-cita itu. Itulah pemuda memiliki mimpi yang mengagumkan.
Inilah yayasan yang menjadi salah satu batu bata pembentuk diri saya yang saat ini. Bertemu dengan siswa-siswa Jakarta dan kakak-kakak yang luar biasa dan acara-acara yang juga top. Semangat Muslim.
                

Melatih Merpati Putih SMPN 215

                Ini adalah ekskul yang saya bangun bersama Mas Pempy dan Mas Gusti berserta kawan-kawan MP 101 yang lain. Inilah pengalaman pertama saya memimpin suatu kelompok latihan (kolat) dan sebagai pelatih. Banyak pengalaman yang saya alami. Mulai dari memberikan proposal dan sebagai lainnya ke guru.  Untung saja karena saya alumni dari smp ini maka saya dimudahkan dalam membangun ekskul ini.
                Ekskul ini berdiri pada oktober 2010. Pada saat itu kami melakukan atraksi pematahan benda-benda keras didepan anak-anak kelas satu yang mengikuti pramuka. Latihan perdana dimulai setelah bulan puasa usai. Anggota awal ekskul ini diantaranya Ibrahim, Gifari, Ayu, Mita dan banyak lagi.
                Perangai anak-anak SMP ini juga yang bikin seru dan menjengkelkan. Mulai dari pendiem, caper, kekanak-kanakan, gaya-gaya kedewasaan dan lainnya. Ini yang buat saya melatih agak sedikit gimana gitu. J
                Saya melatih awal dengan gusti waktu itu saya kelas 2 SMA dan gusti 3 SMA. Namun ketika gusti sudah lulus SMA. Saya bersama chi-chi melatih ekskul ini.  Melatihnya kami juga tidak terlepas dari nasihat-nasihat mas Pempy. Prestasi awal ekskul ini yaitu juara 3 seni tunggal yang diraih oleh Ibrahim.  
                Saat saya kelas 3 angkatan awal ekskul ini hamper hilang, tinggal satu atau dua orangs aja. Namun anggota selanjutnya yang paling seru dan rese banget. Eka dan riska terutama anggota yang paling rese dan nyebelin. Padahal yang lain kaya shela, darma, ulfa. Orangnya pendiem semua tapi dua makhluk ini, kalo bahasa betawinya cablak. Hehe
                Itulah pengalaman, walaupun saya harus meninggalkan ekskul ini karena kuliah di kota nan jauh dimato. Ya itu kota padang, dan tongkat kepelatihan dilanjutkan oleh chi-chi yang kuliah di mecu buana. Kampus UNPAD (UNiversitas PAling Dekat). Hehe.
At least, melatih bocah-bocah smp ini termasuk hal yang seru dan memiliki pengalaman tersen

diri.  Cayooo MP 215.


Merpati Putih SMAN 101 Jakarta





Setelah pertandinga di Kejuaraan Walikota Jakbar
                Pencak silat, itulah cabang olah raga yang saya geluti ketika SMA. Bila ketika SMP,  olah raga ekskul yang saya ikuti adalah futsal. Kini ketika SMA ekskul olah raga yang saya ikuti adalah perguruan pencak silat merpati putih. Perguruan yang terkenal dengan pematahan benda keras ini, cukup menantang untuk dicoba dan menjadi kemampuan bela diri.
Juara 3 Jabodetabek di Padepokan
Pencak Silat TMII 
                Ekskul merpati putih ini ketika saya masuk adalah ekskul baru. Kami-lah bersama-sama membangun ekskul ini. Sehingga ekskul ini menjadi salah satu ekskul yang memiliki prestasi terbanyak di SMA kami. Semua itu kami capai hanya dalam waktu satu tahun setengah, bahkan kurang. Angkatan awal ekskul ini yaitu saya sendiri Azmul lalu, Amzad, Gusti, Ade, Egi, Dapung, Bewok, Chichi, Mutia, Lady, dan lainnya. Selanjutnya anggota kita bertambah semakin banyak dan semakin banyak.
Prestasi yang diraih anggota-anggota MP 101 ini sangatlah banyak. Saya juga ikut mengukir prestasi didalam bela diri tangan kosong ini. Diantaranya saya mendapat medali perunggu pada kejuaraan tingkat Jabodetabek yang diadakan di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah. Selanjutnya medali perunggu saya dapatkan pada kejuaraan pencak silat se-Jakarta Barat, yang diadakan di GOR daerah cengkareng. Inilah prestasi yang saya dapatkan dalam berkecimpung didunia persilatan.
Untuk mencapai itu kami berlatih dengan sungguh-sungguh. Bahkan diantara teman-teman kami sampai muntah saat training centre. Mas Pempy, pelatih kami mengajarkan kami harus memiliki hati dan tekad singa agar dapat menjadi yang terbaik. Dan berbagai nasihat beliau kami dapatkan selama kami dilatih beliau.
Ekskul merpati putih 101 ini tidak hanya dikenal dari prestasi yang diraih. Kami juga dikenal dengan kekompakkan. Karena nilai yang selalu kita bawa saat berkumpul yaitu solidaritas. Kami sering kumpul-kumpul bareng, nongkrong bareng dan banyak hal yang kami lakukan. Intensitas bertemu kami yang cukup banyak menambah kekompakkan kami. Ketika demo ekskul, penampilah kami dengan mematahkan benda-benda keras merupakan penampilan yang membuat adik-adik baru, siswa-siswa dan guru berdecak kagum. Karena mulai dari besi dragon, beton dan es batu kami patahkan. Hal ini membuat banyak siswa baru yang ingin bergabung dengan kami.
Demo Ekskul MP SMAN 101
Banyak momen yang kita lewati, mulai dari berbagai kejuaraan-kejuaraan yang kami hadapi. Menjadi panitia kejurnas merpati putih pada 2010. Dan penampilan diberbagai tempat. Keisengan yang dilakukan anak-anak MP juga menjadi hal yang lucu kalau dikenang. Mulai membakar kaki ketika orang tidur. Gangguin kawan-kawan tidur dan berbagai hal yang aneh-aneh. Sekaligus temen-temen yang gokil-gokil. Ada dapung yang hobi banget tabrakan dan jatoh dari motor, ada zae sama egi yang suka ngelawak. Ada ade yang pendiem tapi iseng.  Ada raihan yang feminim tapi strong. Ada bewok yang super ga jelas. Ada chi-chi yang cowo banget. Dan Mutia sang ibu negara. Dan banyak lagi.



Sabtu, 23 November 2013

ASTEK / Jurnalistik Siswa SMAN 101 Jakarta


Ini adalah salah satu ekskul yang saya ikuti. Ekskul yang saya ikuti dari kelas satu. Ini adalah ekskul yang ngurusin majalah dinding (madding) juga Majalah sekolah. Awalnya saya maksud ekskul ini karena katenya bisa menyalurkan bakat menggambar, menulis dan menggambar. Saat itu kemampuan puisi dan menulis saya itu bisa dikatakan nol. Saya merasa tulisan saya yang bagus dan agak bener ya pas kelas tiga SMA. Waktu itu ya Cuma nulis-nulis ga jelas. Puisi dan syair yang ditulis juga tentang hal-hal yang gothic. Maklum soalnya waktu kelas satu SMA bacaannya komik kaya Deathnote, Black Butler, Petit Cossette dan berbagai komik yang nuansanya gelap semua. Haha
Nah, karena tulisan saya yang ga begitu bener. Jadi saya Cuma mau mengalirkan kemampuan gambar saya aja. Walaupun gambar ya ala kadarnya. Tetapi entah mengapa kata teman bagus. Ya kita terima aja pujian itu, itung-itung nyenengin hati. Hehe.  Jadi kemampuan yang saya berikan ke organisasi itu cuma kasih gambar, komik dan lain-lain lah.  
Lomba Mading 3D di UNJ
Ya bisa dikatakan cukup minim-lah. Diajak ngumpul buat bikin madding juga sering kabur dan banyak alasan. Hoho. Ketahuan bandelnya, dan bikin kakak-kakak kelas tuh marah-marah. Oh iya, untuk anggota awal ketika saya kelas satu itu Cuma bertiga. Saya, Youngky dan Riska. Kedua temen saya ini akhirnya menjadi ketua mading dan ketua majalah. Saya menjadi pendukung mereka. Satu lagi, pada saat itu anggota cowo Cuma saya dan youngky aja. Entah mengapa ekskul ini dikit sekali peminat cowonya. Walaupun pada akhirnya banyak anggota cowo yang ikut. Tapi gitulah, anggota cowo sebagai anggota rusuh. Haha.
Nah pengalaman yang berharga itu ketika membuat majalah sekolah. Saya beberapa kali mewawancarai artis untuk dikorek-korek informasi dari mereka untuk dimasukkan majalah sekolah yang bernama “Cress” (Creativity of Seratus Satu). Saya terlibat dalam pembuatan cress empat dan cress lima. Majalah sekolah ini Cuma terbit setahun sekali karena. Bbweeeeeeehh….. Ribet dan dananya butuh banyak. Artis yang pernah diwawancarai saya diantaranya Eno Netral, Mischa Kembarannya Marcel, Killing Me Inside dan sebagainya.
Makan-makan setelah wawancara ke Trans Studio
Sebagai wartawan yang mencari artis banyak duka dan sukanya. Pernah kita ramai-ramai ke studio Trans TV tapi ternyata artisnya ga ada. T.T. sediiiiih. Bahkan dijalan sempet marah-marahan, bahkan saya sampai lempar helm (galak bener yak). Tapi itulah suka dukanya, kadang artisnya ga ada, artisnya sombong dan ga mau diwawancarai, dan ada juga artis yang bikin kita ribet dengan hubungi manajer dulu lah atau sebagai lainnya. Padahal artis itu udah didepan kita. Ya sudahlah, itu hak mereka menjadi artis.
Nah pengalaman yang paling ga saya lupain waktu itu janjian sama manajernya Last Child dan Killing Me Inside. Kita janjian jam lima ditempat mereka suka nongkrong. Sepulang sekolah langsung kami tancap gas buat menemui itu band. Jarak sekolah kami yang dijakarta barat agak sedikit jauh ke tempat nongkrong mereka. Tapi tetap kami hajar. Sesampai disana kami menunggu. Sangat lama kami menunggu bahkan sampai jam delapan. Dahsyatkan? Janjian jam lima, sampai jam delapan ga ada kabar. Setelah lama kita menunggu ternyata vokalist Last Child lagi sakit, jadi Cuma bisa wawancara Killing Me Inside doang, itu juga saat mereka latihan jam 10 malam. Hadeeeh lama bener yak. 
Ya sudah, kami iyakan saja. Karena udah nanggung nunggu lama. Kita menuju studio band mereka. Diperjalanan ada hal yang mengagetkan. Saya dan temen saya terjatuh dari motor. adik kelas yang membawa motor itu tangannya keseleo tapi Alhamdulillah masih bisa melanjutkan aksi kita. Saya sendiri yang duduk dibelakang tidak apa-apa. jadi kita lanjutkan menuju studio killing me inside. sesampai disana ternyata kita disuruh nunggu lagi sampai mereka habis latihan. Eeeerrrrrgghhh, Nunggu lagi, nunggu dan nunggu. Tapi tak apalah. Sabar Bro, nanggung soalnya. Mereka-pun selesai latihan jam 12 malam. Akhirnya kita dapat mewawancarai mereka. Tapi Onad sang vocalist main pulang-pulang aja. Huft, ga ngehargain banget kita ini. Tapi untungnya Guitaristnya Sapat dan Drummernya Welcome dengan kita. jadi akhirnya sukses juga wawancara mereka dengan masih berpakaina putih abu-abu karena dari pulang sekolah langsung ke tempat. Itulah pengalaman pas berjuang untuk majalah sekolah.
Satu lagi pengalaman ketika mading 3 dimensi kami menang juara 3 se-jakarta yang diadakan di Universitas Negeri Jakarta. Waktu itu saya sudah kelas tiga, jadi adik-adik baru yang paling banyak bekerja dengan dibantu kami kelas tiga. Pada saat itu kelas dua menjadi lost generation.  Jadi hanya kelas tiga dan kelas satu. Perjuangan menuju UNJ juga riiiwweeeeh bangeeeet. Mulai dari kita di-PHP-in sama guru yang katanya mau anterin, eh ternyata ga jadi. Dan akhirnya kita nyarter angkot dengan patungan uang kami. Sekolah ga tau kenapa ogah nganterin, padahal kita bawa nama sekolah. 
Tapi akhirnya madding 3D kami menang. Walaupun juara tiga. Tapi uang yang didapet juga lumayan. Dan juga udah lama kami ga dapet juara. Jadi menjadi awal bagus untuk adik-adik kelas satu pada saat itu. Caaayoooo.
Demikianlah cerita saya tentang salah satu ekskul saya, yaitu astek atau bahasa umumnya jurnalistik siswa. Thanks udah dibaca ya.
  
    

Shinrui Band






Personil Awal Shirui (Dimas-Endo-Tana-Azmul-Yuta)
                Ini adalah band terakhir saya. Perjalanan saya terakhir dalam mengarungi dunia permusikan. Sebelum bergabung dengan Shinrui saya telah memasuki beberapa band. Mulai dari SMP menjadi Drummer di Green Generation Band. Lalu ketika beranjak SMA saya masuk pada suatu band yang beraliran Japan Rock dan Rock Alternative yaitu Prince~En~Reve~Exquis Band. Disana saya menjadi Guitarist. Diperjalanan band ini mengubah nama menjadi Life After High Schol (LAHS) Band. Entah mengapa berubah nama menjadi seperti itu padahal kita masih satu SMA.
                Diperjalanan LAHS bubar karena Keyboardist yang perempuan jatuh cinta kepada vocalist. Namun sang vocalist menolak cinta keyboardist. Sakit hatilah sang keyboardist lalu ia pindah kota. Sejak kejadian itu pecahlah band LAHS. Padahal lagi proses buat lagu. Dan hampir selesai. Ya sudah lupakan.
Personil dalam manggung terakhir di sebuah mall
(Azmul-Dimas-Endo-Yuta) dan seorang additional
 Setelah beberapa band lagi yang saya masuki akhirnya dalam komunitas Shinzou ingin membuat band. Dan akhirnya lahirlah Shinrui Band. Shinrui adalah band yang beraliran Japan Rock dan Visual Kei. Band ini mengcover lagu-lagu The Gazette, L’Arc~En~Ciel dan  beberapa band visual kei lainnya asal jepang. Personil band ini pada awalnya berisi Endo (vocalist), Azmul (Lead Guitarist/Guitarist Melody), Tana (Guitarist Rynthem), Ryuta/Dimas (Bassist), dan Yutaka (Drummer) . Namun karena Tana resign maka Ryuta/Dimas dipindahkan menjadi Vocalist, dan Endo menjadi Rynthem. Untuk bassist kami menggunakan additional.

Hebatnya band ini memiliki anggota yang tesebar diberbagai pelosok Jakarta, ada yang di Jaksel, Jakbar, Jakut bahkan Tangerang. Jadi latihan susah. Hoho. Walaupun akhirnya kita dapat tampil pada sebuah Bunkasai/Event Jepang di sebuah Mall yang cukup besar didaerah Jakarta Selatan. Band ini akhirnya bubar setelah tidak ada kepastian karena personil focus pada kegiatan masing-masing. Saya yang sudah memiliki kegiatan yang cukup banyak mulai meninggalkan band ini. Begitu juga pesonil yang lain. Dan inilah band terakhir saya. Hoho J


                

~SHINZOU (Japan Art Communty)~





                Ini dia kegiatan saya yang sekarang udah ga aktiv lagi. Komunitas Jejepangan. Di komunitas ini saya dapat banyak kesempatan dalam menyalurkan kesenangan saya yang waktu itu Jepang banget. Kesukaan ini sudah saya geluti ketika SMP. Hal ini terbukti dari banyaknya komik saya yang sudah puluhan. Walaupun sekarang komik-komik itu sudah entah kemana. Ada yang dibuang Orangtua, ada yang saya kasih temen, ada yang hilang dan lain sebagainya. Namun hal itu udah ga penting, soalnya udah ga hobi lagi baca komik, udah pindah bacaan lagi. ^_^
                Shinzou itu apa sih? Nah ini adalah komunitas yang mengumpulkan pecinta jepang dari berbagai daerah dijakarta. Jadi komunitas ini aktiv dibeberapa bunkasai. Komunitas ini sering ngumpul di Blok M Square Jaksel. Tempat ini diambil karena Blok M adalah tempat yang paling gampang buat ngumpul. Karena anggota Shinzou mulai dari Jaksel, Jakut, Jakbar, Jakpus, Depok dan berbagai daerah Jabodetabek ada. Makanya sering diblok M. Tapi kita lebih sering ngumpul-ngumpul di event-event jepang yang biasa disebut Bunkasai. Event-eventnya diantaranya Little Tokyo di Blok M, Gelar Jepang UI, Jak Japan Matsuri , Bunkasai di UNJ, dan banyak lagi.
Saya masuk komunitas ini saat SMA. Diajak oleh sahabat saya sejak SMP Dimas. Kita sama-sama menyukai dunia jejepangan. Di komunitas inilah saya dapat menjadi cosplayer. Walaupun ga pernah naik panggung tapi seenggaknya pernah jadi artis sehari. Waktu itu di Gelar Jepang UI. Saya yang menggunakan nakama ala shinigami di Bleach, wig Gin Ichiraku, dan pedang Ichigo cukup menarik banyak pengunjung GJ UI. Saya beserta teman-teman saya di Shinzou yang juga menggunakan cosu cukup nyentrik bertahan disuatu tempat dan hampir satu jam lebih kami dimintai foto. Hoho. Berasa artis.
Disini saya juga menemukan teman yang tersebar se-Jabodetabek. Jadi banyak nambah link-lah. Ok mungkin itu saja cerita-cerita saya tentang Shinzou. Silahkan nikmati cerita-cerita lainnya ya.