Selasa, 15 Oktober 2013

Islam Itu Gue Banget

Assalamu’alaikum. Saudara-saudariku yag insyaAllah dirahmati-Nya.  Gimana kabarnya nih? Sekarang ditulisan ini saya akan membahas tentang pertanyaan yang sering timbul diberbagai kesempatan, baik difanpage facebook yang saya menjadi adminnya, maupun diberbagai artikel dan tulisan saya yang lain. Pertanyaan yang mengatakan bahwa dia akan tidak akan menjadi dirinya jika berislam secara serius. Lalu gimana nih? Yuk baca sampai abis ya. Kita mulai dengan permainan kata dulu yuk, agak slow ya bacanya . ^_^
“Setitik iman itulah yang kita bangkitkan” itulah kata-kata yang saya temukan dalam renungan dalam mencari hikmah. Sekeras apapun anak adam bertahan dalam kegelapannya, pasti ada secercah iman yang dapat membuatnya kembali membawanya kegemerlapan cahaya islam.
Roda kehidupan kadang membawa anak manusia tersentuh akan hikmah-hikmah islam yang membangkitkan semangat berislam. Iman-pun memanggil-manggil menuju keindahhan yang bercahaya. Lalu ketika cahaya islam itu telah berusaha mewarnai hidupnya dari gelapnya kemaksiatan dan dosa. Timbullah sebuah pertanyaan “gue takut saat gue mulai berislam dengan menyeluruh, gue ga bakal merasa diri gue lagi?”. Allahu Akbar. Karunia Allah telah membahana dalam dirinya. Namun, musuh manusia tetap berusaha menenggelamkan hidayah yang datang itu.
Ketahuilah kawanku, islam itu datang dari Sang Maha Tahu. Dan Sang Maha Bijaksana itu telah menciptakan cahaya ajarannya sesuai fithrahnya makhluknya. Allah-lah yang menciptakan manusia, dan Allah pula yang menurunkan ajaran islam melalui Rasul-Nya. Segala hal telah berjalan sesuai skenario-Nya.
Yakinlah wahai hamba-Nya yang rindu akan cinta dari Sang Maha Cinta. Ketika islam mewarnaimu, kau kan merasakan bahwa ini adalah kau yang sebenarnya. Ketika kau peluk islam dengan ajaran yang benar, kau dekap ia dengan ikhlas dan merasakan nikmatnya. Karena Allah telah menciptakan kita dengan hati yang haus akan kebenaran.
                Namun, terkadang hati kita telah tertutupi oleh debu-debu maksiat dan sosa selama ini kita buat. Sehingga hati telah terbungkam dan tak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tapi hati tetaplah ingin kebenaran berada mengayominya. Dan bila akhirnya hati telah menemukan mana itu kebenaran, maka dia akan membisikkan kepada diri dan jiwa bahwa ini adalah cahaya yg ku tunggu-tunggu.
Ooh.. betapa indahnya islam. Karena ia tidak akan membuatmu seperti orang lain. Namun ia akan menghiasi mu, menjadi kamu yang lebih indah.
Kita bisa melihat umar bin khatab, ketika ia berislam ia tidak kehilangan wataknya yang tegas, pemberani dan mempunyai harga diri tinggi. Sekali-kali tidak, islam tidak merubahnya menjadi orang yang pendiam dan selalu mengalah. Namun islam membalutnnya dengan warna-warna rabbani, sehingga umar menjadi manusia mulia. Mulia karena islam, mulia karena telah tercahayai gemerlapan cahaya iman yang menderu dalam dirinya.
Kita dapat melihat usman. Islam tidak merubahnya wataknya yang pemalu. Tidak dan sekali-kali tidak, usman tetaplah pemalu, tapi islam membungkusnya dengan kain-kain keindahan, sehingga usman menjadi manusia yang malu bila hartanya tidak di infak-kan, usman malu bila ia tidak berbagi sesama, dan ia juga malu bila ingkar kepada tuhannya.
Itulah islam saudara ku. Warna-warni indah yang mewarnai bumi dengan cinta-Nya. Tak akan pernah anda menyesal bila telah menjalani islam dengan segenap kemampuanmu, takkan bersedih bila kau arungi ombak kehidupan dengan perahu islam. Karena dengan islam kau akan mengenal Sang Maha Penyayang. Karena dengan islam kau akan mengenal Sang Maha pengasih. Dan kau akan rasakan cinta kasih Allah kepada mu, walau begitu berat ujian melandamu.
Siapkah kau terwarnai dengan warna islam? Disaat itu pulalah engkau akan merasa bahwa “Islam Gue Banget” ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar