Senin, 14 Oktober 2013

Pakaian Syar'i Wanita Shalihah

Assalamu’alaikum ikhwah fillah, Kembali lagi dengan tulisan saya, hehe. Sekarang kita akan membahas tentang keakhwatan nih, jadi so yang merasa perempuan -perempuan , akhwat- akhwat, cewe -cewe, mari mendekat dan yang dekat mari merapat. Kita baca secara seksama artikel ini sampai habis ya, Insya Allah ga nyesel dan mendapat hal yang dapat di jadikan renungan. Lalu yang ikhwan kalo mau baca ya baca aja agar juga tau. ^_^

Oh iya muslimah, saya merasa perihatin nih saat melihatkan acara-acara maupun di iklan-iklan, coba deh perhati’in. Kalo di sinetron anak muda pasti kan perempuan yang cantik itu yang secara fisik bagus. Iya ga? Iya dong. Yang saya prihatin lagi di iklan-iklan, khususnya iklan shampoo rambut dan itu loh apa si namanya yang kaya hand body gitu dah yang pelembut kulit gitu. Tau kan? Pernah ga liat iklannya? Pasti pernah dong, pada punya TV kan? Hehe

Yuk kita perhatikan dalam iklan itu ada perempuan yang rambutnya berantakan terus ga pede seakan-akan  dunia mau kiamat. Apalagi iklan pelembut kulit itu, kalo  kulitnya kasar atau kering hadeh-hadeh udah ga punya semangat hidup, muka lesu dan lain sebagainya. Ini di iklan loh ya, jadi bukan karang-karang saya nih, temen-temen liat TV masing-masing, kalo ga punya, ke TV tetangga aja ya.

Tau ga, hal ini termasuk mendoktrin kita loh, kalo wanita  itu hanya dihargai dengan rambut berkilau, kulit yang mulus dan hal-hal fisik lainnya. Jadi acara-acara dan iklan-iklan di TV itu telah mencuci otak kita sehingga dunia hanya menilai wanita dengan fisiknya saja. Bener ga? Ini yang terjadi di dunia saat ini. Perempuan-perempuan saat ini lebih bangga memperlihatkan dirinya seperti salah satu iklan pelembut kulit yang berbunyi dari “tutup ini, tutup itu” setelah kulit yang lembut dan mulus dengan percaya dirinya berubah bunyi  “tunjukkan lututmu, tunjukkan tanganmu”.  ya sama saja terdengar “tunjukkan auratmu, ngapain tubuh itu di tutup-tutup gitu, toh kulit kita udah mulus”.

Padahal wanita itu lebih mulia dari doktrin itu. wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki keindahan tersendiri sehingga Sang Pencipta memberikan aturan yang tersendiri pula untuk wanita. wanita bagai mutiara yang memiliki sinar melebihi mentari  yang terbit ditimur. Keindahan wanita itu bahkan bidadaripun tak secantik wanita, apabila ia dapat menjaga keindahan itu dipagari syari’at sehingga terpantullah kemuliaan perempuan yang bidadari pun cemburu padanya.

Kalo masih belum percaya bidadari kalah sama wanita dunia yuk perhatikan ketika ummu salamah menanyakan mana yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari surga? Rasulpun menjawab “wanita dunia lebih utama dari pada bidadari-bidadari surga seperti kelebihan apa yang nampak dari pada apa yang tidak tampak”. Hadits ini diriwayatkan imam ath thabrani.

Ehm... kalo para pujangga bila membuat puisi, kata bidadari pasti menjadi simbol keindahan. Jadi mau ga nih temen-temen jadi lebih indah dari bidadari surga yang bermata jeli itu? Pasti mau dong.  Wanita dunia yang seperti apa sih? Ya Pasti wanita dunia yang shalatnya, puasanya dan ibadahnya kepada Allah. Terus menampilkan keindahan tubuh seperti yang disuruh iklan itu ibadah ga ya? Itu meninggikan kehormatan ga ya? Itu diridhai Allah ga ya?

Ya ngga lah. Ketahuilah islam itu sudah menjaga kehormatan wanita dengan semulia-mulianya. Tapi sayangnya banyak ya yang ga sadar kalo wanita ini mulia. Jadi untuk hal pakaian seperti apa nih yang diRidhoi Allah? Otomatis yang menutup aurat. “pake jilbab dong?” iya lah ^_^.

Tapi pertanyaannya jilbab yang mana yang diridhoi Allah pula? Apakah jibab yang menggunakan pakaian tertutup yang serba ketat. Baju model baby doll berlengan pendek, dipadu dengan manset atau kaos yang super sangat ketat dan jeans atau bicycle pants super ketat atau hanya memakai manset celana, atau jenis pakaian ketat yang menampilkan lekuk tubuh lainnya atau tipe baju atau celana macam apalah yang bukan main ketatnya terus dipasangkan kain yang melilit kepala terus kata mereka “jilbab” . apakah ini jilbab?  Jilbab seperti ini malah saat cowo ngeliat malah menjadi godaan karena lekuk tubuh itu? Jadi jilbab yang seperti apa? Yuk baca ayat ini.

Allah berfirman:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita….” (QS An-Nuur : 31)

 “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (QS Al-Ahzab [33] : 59).”

Nah kalo kita liat di surat an-nur diatas selain memerintahkan menutup aurat, Allah, Sang Maha Tahu dan juga yang menciptakan kita menyuruh untuk MENUTUP JILBAB SAMPAI DADA dalam sampai dada ini ya sampai jangan sampe dada keliatan lekuknya jadi kudungnya harus jauh melebihi dada,nah inilah JILBAB SYAR’I. Emm.... udah ngertikan? Jadi pernah ga ngeliat akhwat-akhwat yang jilbab guede. Pasti pernah, soalnya udah banyak yang memakai jibab syar’i ini.  Ya kira-kira seperti yang dikenakan oleh akhwat berjilbab besar itulah. “hah? Masa harus segede itu?” ada ga yang komentar gini? Ya jika itu yang diperintahkan Allah. Kita sebagai umat yang bertaqwa harus taat kepada Allah, atau ingin ingkar? Sehingga mendapat siksaan neraka, naudzubillah, semoga kita terhindar dari itu.
Lalu apalagi yang harus diperhatikan agar jilbab kita jilbab syar’i?

1.       Pakaiannya harus longgar, tebal dan tidak ketat.
Seperti hadits ini Dari Khalid bin Duraik: ‘’Aisyah RA, berkata: ‘’Suatu hari, asma binti abu bakar menemui Rasulullah SAW dengan menggunakan pakaian tipis, beliau berpaling darinya dan berkata: ‘’wahai asma’’ jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang terlihat kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan.’’ (HR. Abu Daud).

Jadi jelaskan? Jangan tipis-tipis, saya pernah melihat wanita yang menggunakan kain dikepalanya yang kata mereka “jilbab” menggunakan pakaian agak transparan, ketat lagi. Lalu apakah ini pakaina yang diridhoi Allah? Bahkan ini yang dikatakan berpakaina namun telanjang, kita berpakaian tapi lekuk tubuh keliatan. Hati-hati loh, pakaina seperti ini diancam nabi dalam haditsnya yang diriwayatkan imam muslim yang berbunyi: ,

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim).

Ih serem ya? Tidak akan merasakan nikmatnya surga bahkan mencium baunya tidak bisa. So pasti bukan yang membaca artikel ini, saya yakin temen-temen yang baca artikel ini adalah wanita shalihah yang menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan ikhlas tanpa komentar-komentar. Langsung menjalankan saja tanpa banyak fikir.
Lalu?

2.       Bukan sebuah tabarujj
Tabarujj apasih? Tabarujj itu berhias yang menimbulkan dan memamerkan kecantikan sehingga dapat menimbulkan godaan bagi pria, tau kan maksudnya? Pasti temen-temen tau ^_^.
Allah berfirman
 “.... Dan janganlah kamu berhias dan brtingkah laku sepert orang jahilliah dahulu....” (al-ahzab:33)
Jadi natural ajalah, wanita itu cantik,mulia, mempesona bila dihiasi iman, bukan make-up. Cantik karena akhlaqnya, mulia karena bukan tontonan yang dipelototi oleh lelaki yang sakit hatinya, dan mempesona karena insyaAllah diridhoi Allah.
Terus?

3.       Tidak memakai wangi-wangian bila keluar rumah
Loh? Pakai parfum buat cewe ga boleh toh? Weits, boleh ko, tapi didalam rumah yang hanya ada suami dan mahromnya. Tapi kalo di luar rumah?  Rasulullah bersabda
“wanita mana saja yang memakai haruman kemudian keluar dan lewat dimuka orang banyak agar mereka mendapati baunya, maka dia adalah PEZINA....” (HR abu dawud dan tirmidzi)

Weeeeiiiiiih, serem euy, yang ngomong ini Rasulullah yah, kita sebagai orang beriman yang dimana rukun iman ke-4 adalah iman kepada rasul wajiiiibb percaya dan mengamalkan hadits ini. Jadi dilarang menggunakan parfum diluar rumah, lagi pula kita sebagai laki-laki agak “tersiksa” loh, kita udah berusaha menjaga pandangan eh tercium bau yang dikenali feromon kami. Sebagai pemilik hidung sehat, ini cukup menyiksa kami yang ingin menjaga kehormatan dimata Allah, jadi selain menjalankan perintah Allah dan Rasul, juga membantu kami kaum adam ^_^

4.       Tidak menyerupai laki-laki
Ya temen-temen pasti tau ini bagaimana pakaian laki-laki. Emm.... menurut kalian celana itu pakaian laki-laki atau ngga ya? Kalo menurut orang inggris abad 15-16 celana itu tabu bagi wanita, lagi pula para shahabiyah (sahabat-sahabat wanita dizaman rasul) tidak ada yang meriwayatkan kalo mereka menggunakan celana. Jadi berhati-hati lebih baik, saya saranin selalu pakai rok aja ^_^

5.       Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
Hadits riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).

Inget ya kawan Cuma wajah dan telapak tangan. Jadi kalo rambut itu masih aurat, jadi rambutnya jangan keliatan walau sedikit, terus telapak tangan itu dari pergelangan tangan ampe ujung-ujung jari, jadi tangan yang diatas itu aurat, harus ditutupi, pakai apa ke pasti kalian lebih tahu untuk hal ini hehe. Terus satu lagi yang penting, telapak kaki itu auraaaat. Jadi harus ditutupi, kalo mau pergi kemana-mana yang bisa terlihat laki-laki bukan mahram jangan lupa pakai KAOS KAKI, agar aurat ini tetap tertutup. Jangan lupa ya kaos kakinya ^_^

Terus masih ada hal yang harus diperhatikan? Iya nih kawan yang baik hatinya. yaitu:
-          Suara jangan mendayu-dayu
Jadi kalo akhwat itu ngomong harus tegas kalo ke ikhwan, kalo ke sesama akhwat ya terserah ^_^. Karena suara wanita yang mendayu-dayu itu mahal, jangan di kasih kesembarang orang yang berhak adalah suami anda jadi jangan dikasih kesembarang ikhwan.
-          Jangan sampai kulit anda tersentuh kulit laki-laki bukan mahrom
Nah ini juga hal penting, karena persentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan bukanlah hal yang sepele. Kalo ada pertanyaan yang terdapat dalam buku ustad salim a fillah seperti ini: apakah persentuhan kulit adalah hal yang mudah dilupakan?
Bila jawaban tidak, maka dapat kita lihat betapa berbahayanya persentuhan kulit itu dalam waktu kedepan dalam angan dan pikiran. Lalu bila iya, itu hal yang mudah dilupakan, maka dapat dipastikan orang yang menjawab iya ini sudah melakukan lebih dari sentuhan sehingga kulitnya tadi tidak peka lagi.
-          Menjaga pandangan
Seperti disurat an-nur ayat 31
-          Menjadika malu sebagai mahkota

Islam sangat memuliakan wanita sehingga Allah menjaga mereka dengan syari’at-syaria’at agar keindahan itu terjaga dan tidak terobral begitu saja. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa temen-temen yang baca artikel ini adalah wanita yang bila terdengar seruan Allah dan Rasul-Nya langsung mengataka “kami dengar dan kami taat”. Dan pasti ga ada yang mengatakan ”aku belum siap berjilbab secara syari’at” atau mengatakan “mau benerin hati dan akhlaq dulu baru berjilbab karena saya yang saat ini takut dibilang ga pantes berjibab syar’i”. Seperti yang kita tahu bahwa menjadi muslimah shalihah itu tidak perlu menunggu siap ataupun akhlaq baik, bila kita sudah siap berjilbab syar’i ya lakukanlah, insyaAllah bila temen-temen semua ikhlas, Allah akan membuat kalian siap dan berakhlaq mulia. Tahuka kalo hidayah itu dicari, bukan di tunggu, yuk berjilbab syar’i Dan menjadi wanita shalihah yang mengisi surga-Nya. Dan bahkan bidadaripun tak seindah diri anda, karena engkau  menjaga agama-mu, iman-mu dan kehormatanmu karena Allah azza wa jalla.

Ya mungkin hanya ini saja yang dapat saya tulis, ya saya sebagai manusia biasa masih banyak salah, jadi kalo ada yang salah jangan tuntut “wah azmul bersalah, bawa dia kemeja hijau” hehe ^.^Y.  Jadi maklumi bila ada kata-kata yang salah atau apapun yang salah dalam artikel ini. Semoga bermanfaat bagi temen-temen dan saya sebagai penulis. Wallahu ‘alam bish-showab

Azmul Pawzi (ditulis pada Januari 2012)

0 komentar:

Poskan Komentar