Senin, 02 Desember 2013

My Campus, Andalas University



                Setelah mengeluti kehidupan SMA selama 3 tahun, akhirnya saya lulus. Lalu saya berjuang belajar otodidak tanpa bimbel untuk menakhlukkan soal-soal SNMPTN tertulis. Selama liburan menunggu ujian saya mulai serius belajar. Hanya saat liburan itu saja, berbeda dari teman-teman saya yang sudah mempersiapkan dari bulan januari dengan bimbel berjuta-juta bahkan hingga 10 juta. Keluarga saya yang keuangan terbatas memaksa saya untuk mandiri dalam belajar SNMPTN hanya ditemani bank soal tahun-tahun sebelumnya.
Pertama Kali Ke Unand
                Saat SNMPTN tertulis 2012 berlangsung, saya yang melakukan ujian di SMAN 28 Jakarta Timur mulai melahap soal dengan semampunya. Agak sulit soalnya, namun saya curahkan segal hal yang saya tahu dengan strategi menjawab soal yag saya perkirakan dengan hitungan sistematis agar lulus. Pilihan awal saya adala IPB dengan jurusan Ilmu Ekonomi Pembangunan dan kedua Universitas Andalas jurusan yang sama dengan pilihan satu yaitu Ekonomi Pembangunan. Lalu pilihan ketiga Ilmu Politik Unand. Sebenarnya sejak SMA saya sangat ingin masuk IPB, pulpen dan tas tentengan yang dibawa saat PM bergambar logo IPB. Maklum biasanya anak IPA ketika sudah dikit lagi UN banyak membawa buku tebal-tebal banyak kesekolah, jadi selain ada tas yang disandang dibelakang, ada pula tas yang ditenteng ditangan untuk meminimalisir beratnya tanggungan badan ini, hehe. ^_^
Pertama Kali Memakai Almamater Unand
                Teman-teman saya banyak sekali yang menanyakan kenapa segala pilihannya indentik dengan IPS padahal jurusan saya IPA saat SMA. Karena sejak SMP saya ingin sekali menjadi pakar Ekonomi, namun belum jelas seperti apa pakar ekonomi itu waktu saya SMP dulu itu. Namun saya yang suka matematika dan suka tantangan saat SMA lebih tertantang masuk IPA. Hal itu juga terdorong dari Nilai saya yang juga mencukupi sehingga saya tercantol dalam rangking 6 di kelas X4. Lalu kenapa saya memilih Unand menjadi pilihan kedua dan ketiga. Itu dari request ibunda tercinta yang menginginkan anaknya berkuliah di kampuang nan jauah dimato. J
Hari demi hari berlangsung dalam penantian menunggu hasil. Lalu akhirnya pengumuman itu tiba, saya bergegas menuju warnet untuk melihat hasil. Dann ternyata saya lulus di Ekonomi Pembangunan Unand. Alhamdulillah walaupun tak sesuai pilihan awal namun pasti Allah memiliki rencana luar biasa untuk saya di kampus baru saya ini. Lalu saya juga diberi kemudahan oleh Sang Maha Pemurah dengan beasiswa bidikmisi yang membiayai perkuliahan saya selama 4 tahun serta uang jajan 3,6 juta persemesternya. Begitu banyak rahmat dari-Nya. Tak henti diri ini berucap syukurnya.

Saya bergegas meninggalkan segala kegiatan di Jakarta menuju ranah minang yang menanti saya disana. Finally, inilah kampus saya. Universitas Andalas. Semoga saya mendapat segala hikmah-hikmah dan ilmu-ilmu yang dapat di amalkan untuk kepentingan agama dan uat. Aamiin J

0 komentar:

Poskan Komentar