Minggu, 01 Desember 2013

Rohis Al-Fath SMAN 101 JKT


                Sebuah perubahan besar dalam hidup. Mungkin itulah yang menggambarkan saya setelah berbaur dengan organisasi ini. Rohani Islam. Awalnya ketika saya kelas satu hanya menganggap organisasi ini hanyalah sekelompok anak-anak yang kerjaannya di masjid. Tapi tidak ada bedanya dengan siswa-siswa lainya. Karena pada saat itu anggotanya sama saja seperti siswa-siswa ibukota lainnya. Sepertinya ga usah disebut kali ya.
                Namun, sebuah perubahan menggelegar ketika saya sudah menjadi kakak kelas. Lalu, melihat adik-adik kelas yang tergabung dalam rohis. Ini baru Ghuroba. Ditambah penjelasan teman sekelas saya, karena baru pertama kali saya sekelas dengan siswi perempuan anggota rohis. Ada dua akhwat dalam bahasa mereka (anak rohis) dalam kelas saya. Ada seorang akhwat yang sering jelasin ini itu. Menjelaskan tentang mentor-mentor mereka. Kak Lukman katanya. Karena penasaran sekaligus terpengaruh karena ga sengaja kebaca biografi Hasan Al-Banna, saya add-lah dan message melalui FB kak Lukman ini. Menannyakan beberapa pertanyaan dan beberapa pembicaraan sehingga di undanglah saya dalam agenda mingguan mereka. Dan akhirnya, Sreeeeettttt…… Saya terjebak dalam jalan kebenaran.
Walaupun agak nggak ngerti apa bahasa mereka, ikhwan-lah, akhwat-lah, antum-lah, ta’afdhol-lah betah dan enjoy sekaligus mengerti bahasa mereka dalam pertemuan mingguan yang mereka sebut ‘mentoring’ ini. Nah, disinilah saya mendapat sebuah spirit yang mengantarkan saya menjadi pemuda yang ingin selalu memperbaiki diri. Baik ruhani, pemikiran, dan lain sebagainya.
dan lainnya. Akhirnya saya-pun
Setelah Pesantren Kilat SMAN 101 Jkt
                Lalu teman-teman yang melihat perubahan saya ini banyak yang keheranan. Ada yang bertanya “lu kemasukkan apa? jadi suka ceramah gini.” Ada juga yang bilang “Lu udah ga asik lagi mul”. Dan ada juga yang aneh katanya “masuk islam apaan lu? Megang cewe jadi ogah?”. Haha. Namun teman-teman terdekat saya di SMA ada yang mengerti. Mengatakan saya sudah mulai dewasa, dan lain sebagainya. Terutama teman-teman perempuan yang sudah sangat mengerti saya walaupun juga ada yang kebingungan. Hehe. Namun biarkanlah perubahan 180 derajat (kata mereka) ini mungkin sebagai titik balik kehidupan saya yang tercatat sejak dulu suka memilihi pendirian yang aneh, semoga saja ini pendirian Azmul yang mulai sistematis dan so pasti ga aneh, bahkan insya  Allah benar.hehe. Sebenarnya ada cerita unik yang melatar belakangi ini tapi cukup ini saja.
                Berbagai agenda saya ikuti dengan mereka. Karena saya hanya sebentar dalam rohis ini, namun cukup berkesan. Menjalankan maulid Nabi di SMA. Nyanyi nasyid diatas panggung maulid itu dan dilihat seluruh warga sekolah, mabit, iftor jama’I dan lain sebagainya. Akhirnya saya diterima kampus ke Padang. Sehingga harus melepas kesibukkan di Dakwah Sekolah ini. Walaupun nanti saat liburan akan tetap membantu segala hal.

Maulid Nabi (saya yg Megang gitar ditengah untuk bernasyid)
                Ketahuilah, setiap perubahan butuh proses, butuh kerja keras, butuh keterbiasaan. Keterbiasaan itu membutuhkan sebuah lingkungan agar dapat terbiasa.  Dan saya rekomendasikan Rohis ini adalah sarana yang luar biasa untuk mengembangkan kebiasaan baik. ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar