Senin, 02 Desember 2013

Sedikit Cerita Tentang SMAN 101 Jakarta

                Inilah SMA ku, sebuah tempat dimana segala hal terjadi, mulai dari konflik anak muda. Cinta, sahabat, kesalah pahaman dan lain sebagainnya. Hal yang luar biasa menjalani sekolah di SMA ini. Teman-teman luar biasa di kelas X4 dengan segala ceng-ceng’an. Pernah bertukar-tukar teman sebangku, mulai dari Simon, Riska, Lalu pindah dengan Ami dan terakhir dengan Dimas.
Lalu naik kelaslah saya ke 11 IPA 2, Bertemu dengan teman-teman satu ekskul di MP, berbaur dengan lelucon-lelucon aneh mereka. Bersama-sama memberikan kejutan ketika ada yang ulang tahun, teman-teman satu permainan. Ade, Egy, Jody, Zae dengan segala kelakar mereka yang buat perut sakit tertawa terus. Peco dengan kehebohannya, Divi dengan Tae min dan koreanya. Nae dengan Ran-nya, Wilda miss tergalau dan terhebring, ratna dengan  terkadang-kadang dewasa dan terkadang-kadang seperti anak kecil. Dinda dengan segala curhatan yang melimpah luah, baik tentang sahabat dan Dude. Lalu yang pasti, Teman sepaket saya Gugun. Teman sebangku yang tak pernah ganti-ganti di kelas 11 ini. Satu-satunya dua cowo sebangku duduk paling depan. Dan inilah Kelas 11 IPA 2, hal yang teringat pertama jika mencoba mengingat kelas-kelas yang pernah saya duduki sejak kelas 10 hingga 12. Teman-teman sepermainan, sebuah konflik, dan sebuah kehebohan remaja saya rasakan disini.
12 IPA 3
Lalu naiklah saya dikelas 12 IPA 3. Dikelas ini saya berubah 180 derajat itu, di kelas ini yang merubah orientasi diri. Di kelas ini membicarakan tentang masa depan dengan teman-teman. Di kelas ini saya mendapat keindahan dalam perubahan. Teman-teman saya dari 11 IPA 2 yang sering sepermainan saat kelas 11 itu ternyata tinggal perempuan saja yang sekelas dikelas 12. Peco (nisa), Divi, dan Nae. Dan mereka dan teman-teman 12 IPA 3-lah saksi hidup melihat dan merasakan perubahan saya yang drastis. Dari ngomongin jejepangan, jadi keislaman. Walau terkadang mereka bete karena katanya sering diceramahin. Tapi mereka yang mengerti dan nggak matahin semangat. Terima kasih luar biasa untuk kalian bertiga. Dan luar biasanya kami ber-empat gagal dalam kampus impian kami, peco yang sangat menginginkan masuk UI ternyata masuk UGM. Divi, yang sangat ingin menjadi guru matematika dengan masuk UNJ. Ternyata masuk UIN pendidikan Kimia. Nae yang ingin ambil gizi IPB, ternyata masuk ke unsoed. Saya, yang saat SMA sangat menggebu-gebu ingin masuk Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan IPB, jadi masuk Ilmu Ekonomi Universitas Andalas. Dengan saling menyemangati ini dan izin-Nya. Kita dapet PTN. Jalan yang lebih baik untuk kita.
Do'a Bersama Hari terakhir Sekolah
Kami hari terakhir belajar mengajar melakukan berbagai hal, saling mendo’akan dan lain sebagainnya. Karena minggu depan ujian nasional telah menunggu kami. Ujian yang menentukan kelulusan kami setelah 3 tahun duduk dibangku SMA. Kita, kelas 12 IPA 3 berkumpul dalam kelas, saling berdo’a dan mendo’akan kawan-kawan. Agar SMA kita lulus 100% dan banyak yang diterima di PTN. Berkumpul dan saling menyemangati ini terekam dalam sebuah foto-foto kami. Lalu seminggu kemudian kita akan bertarung satu lawan satu melawan soal-soal ujian nasional ini.

Foto Buku Tahunan Sekolah 12 IPA 3
Katanya Sepaket, hehe
                Setelah berakhirnya UN. Sekolah kami mempunyai kebiasaan unik. Graduation sebelum pengumuman kelulusan. Hebatkan? Itulah sekolah kami, sangat optimis siswanya lulus 100%. Walau dag dig dug pengumuman UN belum diumumkan. Kita tetap menikmati perayaan kelulusan ini. Saling mendoakan cita-cita teman-teman kami tercapai agar berkuliah di kampus yang di inginkan dan sebagainya. Tak banyak kata yang dapat saya ceritakan dalam graduation ini. Akan terlihat jelas jika melihat foto-fotonya saja. ^_^

Bu Arnah, Wali Kelas Saat X4 dan XI IPA 2



Teman-Teman di 11 IPA 2

0 komentar:

Poskan Komentar