Minggu, 01 Desember 2013

Yayasan Panggilan Illahi

                Yayasan ini bekerja sama dengan Bank Mandiri memberikan bantuan uang sekolah kepada siswa islam di SMA maupun SMK se-Jakarta. Saya diajak oleh guru BK yaitu bu Jubaedah untuk mendaftarkan ini. Ketika melihat nama yayasannya agak aneh, tapi daftar aja lah.Kebetulan keuangan keluarga saya yang waktu itu sedang resesi memang membutuhkan suntikan dana untuk pendidikan saya. Akhirnya saya mendaftar dan pergi ke daerah tebet. Saya ditest pengetahuan Islam dan membaca Al-Qur’an. Alhamdulillah karena saya sejak SD hingga SMA ngaji di sebuah tempat tak pernahputus  jadi Insya Allah pengetahuan agama adalah sedikit-sedikit untuk menjawab pertanyaan yang mendasar.
                Beberapa hari kemudian saya diberi tahu bahwa saya lulus dan untuk mengikuti pertemuan pertama. Ketika saya datang, ternyata memang benar, setiap siswa disini luar biasa semua. Memang siswa yang memiliki prestasi akademik yang baik dan bisa dikatakan siswa-siswa yang islami bila dibandingsiswa-siswa di daerah Jakarta umumnya. Lagi-lagi ternyata isinya kebanyakan adalah anak-anak ROHIS. Dan disinilah saya pertama kali berkenalan dengan yang namanya MENTORING. Sebuah lingkaran yang luar biasa.
                Pertemuan setiap dua minggu sekali yang diadakan sangat luar biasa pula, karena pada sesi pertama. Mulai dari jam 09.00 sampai zhuhur selalu didatangkan pemateri-pemateri yang luar biasa, mulai dari trainer motivator, entrepreneur dan lain sebagainya. Membuat para siswa YPI mendapatkan suntikan semangat unguk terus berprestasi. Lalu sesi kedua yaitu ba’da Zhuhur hingga jam 2 di isi dengan Mentoring. Bila mendekati ujian maka pada sesi pertama diadakan pembahasan soal yang diadakandi tentori oleh kakak-kakak yang cerdas semuanya.
 Pertemuan yang diadakan di masjid Plaza Bank Mandiri ini memang sangat berkesan untuk saya. Ditambah dengan kakak-kakak pengasuhnya yang ternyata baru saya sadari mereka adalah Aktivis Dakwah dari berbagai kampus negeri di Jabodetabek, seperti UI, UNJ, IPB, UIN. Mereka yaitu Ka Rangga, Ka Andri, Ka Ridwan, Ka Arlex, Ka Saiful, Ka Eka, Ka Irma, dan banyak lagi.
Teman-teman di YPI juga luar biasa. Ada Izrul sang calon ahli fisika Indonesia masa depan, hal ini karena ketika kita baru saja selesai outbound, saat itu badan terasa letih namun ia masih saja sibuk dengan mencorat-coret rumus-rumus di kertas kecilnya. Kini ia berkuliah di Jurusan Fisika UNJ. Izrul ini berasal dari SMA di Jakarta Pusat, teman-teman YPI yang dari Jakut yaitu Gilang, Fajar, Hadi, Teguh dan lain-lain. Lalu ada lagi yang berasal dari SMAN di Jakarta Timur yaitu Hafiz sang presiden masa depan.Karena waktu itu kami dari jakbar hanya berdua jadi kami digabung kelompok mentoringnya bersama jaktim, sehingga intensitas saya dan Hafiz untuk berdiskusi cukup panjang. Ditambah lagi kami mendaftar sebuah beasiswa untuk kuliah bersama-sama, didalam proses pendaftaran itu kami jadi sering bertukar pikiran. Kini ia berkuliah di Ilmu Politik UI. Teman-teman dari Jaktim yang lain yaitu ka Rian dll. Wilayah Jakarta selatan ada teman yang juga luar biasa yaitu Abdul, sekarang ia berkuliah di Fakultas Teknik UI. Lalu teman-teman satu wilayah dengan saya yaitu Gugun, Jumadil, Wahyu, Firaz dll. Lalu dari teman-teman yang akhwat ada Andhika, Kim Reti, Fitri dan lain-lain.
Ada sesi yang cukup terngiang diotak saya. Yaitu ketika kami duduk bersama dan membentuk sebuah lingkaran. Lalu kakak asuh yang menjadi mentor menanyakan apa cita-cita mu. Lalu kami satu persatu menyebutkan cita-cita kami. Ada yang ingin membuat perusahaan tingkat nasional. Dan berbagai cita-cita mereka sebutkan. Namun ada hal yang menggelitik saya ketika ada yang berbentrokkan cita-citanya dengan cita-cita saya. Lalu kami berjanji bertemu nanti dalam pertarungan meraih cita-cita itu. Itulah pemuda memiliki mimpi yang mengagumkan.
Inilah yayasan yang menjadi salah satu batu bata pembentuk diri saya yang saat ini. Bertemu dengan siswa-siswa Jakarta dan kakak-kakak yang luar biasa dan acara-acara yang juga top. Semangat Muslim.
                

0 komentar:

Poskan Komentar