Rabu, 08 Januari 2014

Bersama Rumbel Kita FIM Dejapu



Nah, ini adalah cerita saya saat liburan semester 2, Saya yang baru bergabung dengan keluarga kunang-kunang atau Forum Indonesia Muda ini menambah jaringan saya. Sehingga saat saya pulang ‘kota’ ke Jakarta saya mendapat kekegiatan baru menuju rumbel Kita fim dejapu (Jakarta) untuk mengetahui apa sih kegiatan teman-teman disana.
Jarak rumbel  kita dari rumah saya cukup jauh, Karena rumah saya yang di meruya dan dekat perbatasan dengan tangerang Banten, Lalu rumel itu di daerah depok jalan menuju bogor (lupa nama daerahnya). Jadi harus menghabiskan waktu 3 jam naik motor. Sebenernya sih ngga jauh kalo kita lihat dipeta, namun karena jalan dijakarta yang ribet dan kemacetannya, ya maklumlah ^_^.
Sesampai saya dirumbel langsung berkenalan dengan kakak-kakak FIM dan berkenalan dengan adik-adik yang luar biasa bersemangat mengikuti kegiatan dengan kakak-kakak FIM dejapu. Hari pertama saya disitu mengajarkan bacaan iqra dan berdiskusi serta berkenalan agar lebih dekat. Hari berikutnya ketika ada berbuka puasa bersama, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi kembali dengan adik-adik itu. Saya mendapatkan kelompok kelas 1 hingga 3 SD.
Sebuah pengalaman yang luar biasa berdiskusi dengan adik-adik itu. Karena dalam suasana puasa, kami berdiskusi tentang muslim yang baik. Ternyata adik-adik yang cerdas itu ketika kita berikan point-point tentang muslim yang baik sangat antusias mereka dalam memberi contoh. Misalnya seperti ini, saya berkata “muslim yang baik itu harus jujur, ayo siapa yang mau kasih contohjujur”. Lalu ada yang mengatakan “iya ka, iya ka, aku kemarin mau dicontekin, tapi aku gamau”. “Wah luar biasa” saut ke berserta tepuk tangan yang lain. Lalu ada yang menyahut lagi “aku juga ga nyontek ko kaka”, senyumku pun mereka untuk anak-anak ini. Mereka bangga tidak menyontek, mereka bangga bahwa mereka jujur. Sifat seperti ini harus ditanakan keanak-anak dan diberi penghargaan kepada mereka yang jujur.
Lalu banyak lagi ketika bicara seorang muslim jangan nakal, mereka banyak menceritakan ada teman mereka di kelas yang suka maintain uang, lalu ada teman mereka yang suka mengancam dan banyak lagi. Ternyata berdiskusi dengan anak-anak kecil ini sangatlah mengesankan, keterbukaan mereka sangatlah indah kita hayati . Tiada dusta,dan penuh keingintahuan dalam sesi ini jugalah sangat potensial kita menanamkan nilai-nilai karakter yang mendalam sehingga tertanam menjadi idealism mereka kedepannya.
Itulah cerita  diskusi saya dengan adik-adik, namun ada satu hal yang berkesan. Ketika waktu menunjukkan bahwa sedikit lagi akan adzam maghrib. Saya akan mengambil ta’jilan ditempat yang telah dipesan. Ketika saya izin pergi, adik-adik tu menarik tangan saya dengan berkata “jangan pergi ka, jangan pergi”. Kayak lagu d’masiv aja ya. Hehe.

Namun hal berdiskusi dengan ini sangat luar biasa, dan akan dilanjutkan di rumbel FIM sumbar. Cayoo… ^_^

0 komentar:

Poskan Komentar