Senin, 20 Januari 2014

Mencari Makna Dibatas Gulita

Hembusan angin malam menyentuh diri.
bersarang kabut dihadapan mata.
dedaunan merenung dibawah sang rembulan.
mencari makna dibatas gulita.

terlihat anak kecil disebrang sana.
terisak tangis diteras pertokoan.
hati pun bertanya-tanya tanpa jawaban.
menerka-nerka warna rasa gadis kecil tersebut.

ku hampiri ia, ku tanya dirinya?
terisak-isak iya menatap ku.
"aa...aaa..aku takut, aa..aaku sendirian" ucapnya.
wajahnya yang memerah tetap dialiri air kesedihannya.

ku usap air matanya, ku yakinkan iya.
"kamu ngga sendiri ko, Allah masih menemani kamu"
"dimana ku bisa kutemukan Allah?"
tanyanya penuh semangat mencari asa.

"disini" ku tunjuk dadanya dengan senyum merekah diwajahku.
"disini?" jawabnya dengan wajah penuh tanya.
"Allah berada didalam dada hamba-Nya yg beriman".
"Bahkan Allah lebih dekat dari apapun" yakin ku kepadanya.

Simpul senyumnya mewarnai wajah basahnya.
ia bagai mendapat harapan baru yang telah hilang.
kesedihan dirinya telah tergantikan bahagia dirinya.
pucat pasi berganti warna yg menentramkan jiwa.

"makasih ka" ucapya lirih tulus penuh asa
"Pulang lagi ya, salam sama orang tua" jawab ku.
dengan senyum tertempel diwajah iya meninggalkanku denga riang gembira.
tanpa tersadar wajah ini ikut tersenyum.

begitu indah siang dan malam dengan cahaya-Nya.
karena Allah enggan meninggalkan hamba yg berharap kpd-Nya.
karena Allah pantang lupa memberi kasih sayang hamba yg beriman.
karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

-Azmul Pawzi-

0 komentar:

Poskan Komentar