Rabu, 23 Juli 2014

Labuhkanlah Akal di Dermaga Taat

Salah satu kelebihan manusia dari pada makhluk lainnya adalah akal. Seperti itulah cara Allah memuliakan kita. Sang Maha Mengetahui mengaruniai  kita akal agar amanah yang diberikan kita sebagai khalifah dibumi dapat kita laksanakan. Maka begitu dahsyatnya kinerja akal ini.Dengan akal kita dapat berfikir, memahami, serta merajut hikmah-hikmah yang tersirat dalam setiap langkah kehidupan kita.
google 
Dalam kitab Al-Qur’an, banyak terdapat ayat-ayat tentang akal serta mereka yang menggunakan akalnya. Diantaranya seperti yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 44. Allah berfirman “Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan? Sedangkan kamu melupakan (kewajiban) dirimu sendiri, padahal kamu membaca al-kitab (Taurat). Maka tidakkah kamu berfikir?”
Tidak hanya itu, dalam surat yunus ayat 24 juga ditertera firman Allah yang berbunyi “….Demikian Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.” Maka dari itu, akal sangatlah penting dalam menjalani ibadah-ibadah kepada Allah. Ya, akal itu hanya di gunakan untuk beribadah kepada Allah. Menjalani apa yang diperintahkan-Nya serta menjauhi apa yang di larang.
Oleh karena itu, saya terkadang geleng-geleng kepala saat mendengar mereka yang menentang firman Allah atas nama akal. Mereka berpendapat bahwa akal adalah hal yang super power yang diberikan tuhan kepada mereka, sehingga ketika tidak menggunakan akal sebebasnya. Maka sama saja kita tidak mengakui eksistensi tuhan. Lalu mereka juga berkata, “wahyu hanya sarana menaikkan martabat manusia. Jika akal sudah dapat mencapainya maka wahyu tidak perlu diterapkan”.
Sesungguhnya banyak lagi pernyataan-pernyataan mereka yang mengelu-elukan bahkan bisa dikatakan menyembah akal. Kenapa bisa saya katakan menyembah akal? Karena mereka lebih mempercayai akal mereka dari pada wahyu Allah. Sehingga mereka dalam menghadapi wahyu Allah, mereka akan berpikir dulu melalui cara berpikir akal mereka. Bila tidak sesuai akal mereka maka mereka tidak akan mentaati firman Allah tersebut. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga kita terhindar dari pemikiran seperti itu.
Shalihin shalihat yang di ridhoi Allah. Akal bukanlah digunakan untuk menentang Allah. Akal bukanlah digunakan untuk membangkang di hadapan Sang Maha Kuasa. Akal digunakan untuk melaksanakan tujuan manusia di ciptakan. Yaitu untuk beribadah hanya kepada Sang Maha Sempurna serta menjadi khalifah di bumi.
Maka bila firman telah terlafadzkan, maka sami’na wa atho’na. Maka ketika rasul telah bersabda, maka kami dengar dan kami taat. Bukan malah kita gunakan akal kita untuk membangkang. Ketahuilah sahabat ku, hidup terarah itu ketika keinginan kita memiliki satu arah dengan keinginan Allah. Maka rancanglah pemikiran kita sesuai dengan apa yang Sang Maha Mengetahui inginkan. Oleh sebab itu, mari kita labuhkan akal kita dalam dermaga ketaatan, karena dengan ketaatanlah kita dapat menikmati indahnya iman serta lezatnya ibadah dalam naungan ridho-Nya.

Azmul Pawzi



0 komentar:

Poskan Komentar