Jumat, 28 November 2014

Layaknya Sang Pujangga

Layaknya sang pujangga
Kau tinggalkan bait kata dalam desau udara
Melanglang buana menuju relung jiwa
Terbang tinggi jauh meretas batas cakrawala
Lalu berhembus ke darat mendekap tubuh dalam makna

Layaknya sang pujangga
Kau aliri pesan dalam rintik hujan
Turun ke bumi menumpahkan ribuan cerita dalam kedipan
Membasahi rasa dalam buaian hikmah mendalam
Menghapus segala jejak debu keraguan dalam tapak jalan.

Layaknya sang pujangga
Kau kobarkan sajak dalam api menyegat
Bergejolak menjilat-jilat membakar penat 
Bernyala-nyala membara menggelorakan semangat
Melahap bangunan angkuh dalam jiwa yang pekat.

Layaknya sang pujangga
Kau nyanyikan syair dalam paras rembulan
Meneduhkan hati dalam kesantunan
Mempesona indah walau dalam malam tanpa tabur bintang
Merengkuh tubuh dikala diri tersesak senyap
Menggoreskan senyum ketika gulita ingin merusak perasaan.

Layaknya sang pujangga
Kau biarkan diri ini terbawa arus dalam syahdu nikmatnya rasa
Kau bawa hati menari lepas diiringi dawai merdu malaikat
Kau jewantahkan segala resah dalam muara karya.

Begitulah cinta...
Ia layaknya sang pujangga yang tak berbicara
Hanya menitipkan arti dalam alam raya cipta Sang Maha Cinta.
Ia bersenandung tanpa suara, ia berkerja tanpa terlihat. Tak terdengar, hanya terasa.

Layaknya Sang Pujangga


-Azmul-
Google pict


0 komentar:

Poskan Komentar