Sabtu, 11 April 2015

Mewakili Sumbar dalam Rapat Pimpinan Nasional FSLDK III di UNS Solo




Tepat pada bulan September, FKI Rabbani Unand di amanahkan menjadi Pusat komunikasi daerah Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Sumatera Barat atau di singkat Puskomda FSLDK Sumbar. Dengan di amanahkannya Unand, maka kepengurusan puskomda di ambil alih oleh aktivis dakwah unand.
Pada bulan Oktober Kepengurusan FSLDK Sumbar telah rampung, dimana puskomda sumbar di ketuai oleh bang Idham Affandi. Dan pada saat itu komisi hanya ada tiga, yaitu komisi A yang di koordinatori oleh saya, Azmul Pawzi. Lalu Komisi B yang di Koordinatori oleh bang Muhammad Shadri, serta Komisi C yang di koordinatori oleh Kak Sisri Wahyu yang biasa di panggil Kak Icis. Awal kepengurusan ini FSLDK Sumbar hanya 3 Komisi, namun saat ini FSLDK Sumbar menambah satu komisi, yaitu komisi D yang di koordinatori oleh bang Ardi Saputra.
Baru saja di amanahi, kami langsung mendapat surat undangan dari Puskomnas untuk menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III di UNS Solo pada 24 hingga 26 Oketober 2014. Maka dengan berbagai persiapan baik konsepan maupun dana, kami berangkat. Maka yang di amanahkan pergi sebanyak 5 orang. Yaitu Saya, Bang Idham, Bang Shadri, Ka Icis dan Ka Zia (Saat itu kakak ini sekretaris Komisi A, Sekarang jadi Sekretaris Komisi D).
Tanggal 22 Oktober 2014 kami berangkat menggunakan pesawat dari BIM hingga Bandara Soetta. Singkat cerita kami naik kereta dan sampai di solo pagi hari tanggal 23 Oktober 2014. Ada cerita menarik diperjalanan, saat dikereta kami bertemu dengan seorang ibu-ibu yang rutin ke Jakarta untuk belanja barang usahanya. Dan saat datang di stasiun di solo. Ibu itu dengan mobilnya mengenalkan kami dengan kota solo hingga kuliner yang enak. Waktu itu kami dikenalkan dengan sate bundel. Dan ternyata emang enak tenan. Walau biayanya lumayan ngerogoh uang cukup dalam. Haha
Kami menjadi peserta rapimnas yang datang diawal, lalu kami diajak ke masjid Nurul Huda UNS. Hal pertama yang membuat saya terkesima di masjid ini. Adalah kelengkapan masjid UNS ini. Apalagi pas masuk perpustakaannya, Wiiiihhh.... Kece Badai... Buku-buku didalamnya bikin ngiler. Selanjutnya didalam masjidnya ada Islamic center dan ruang seminar serta penginapan untuk tamu lengkap dengan kasurnya. Pokoknya masjid NH ini kerenlah.
Esok harinya, yaitu tanggal 24 Oktober 2014, pembukaan Rapimnas III FSLDK Indonesia dimulai yang dihadiri oleh 31 Puskomda dari Aceh hingga Papua. Rapimnas ini pun dibuka oleh Wakil Rektor I UNS Prof. Sutarno. Ada hal yang menarik dari sambutan beliau. Beliau sangat interest dengan para Hafizh Al-Qur’an. Dan bahkan UNS memberikan jalur khusus untuk Hafizh Qur’an untuk masuk UNS. Luar biasa pimpinan UNS ini, ia sangat semangat membumikan Qur’an di kampus ia menjabat. Saya jadi senyum sumringah dengernya. Hehe
Pasca Dibuka, Rapimnas ini diawali dengan arahan Puskomnas dilanjutkan Tabligh Akbar bersama ketua MIUMI Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi M. A. Ed., M. Phil., Ph. D., yang mengangkat tema “Islam dan Tantangan Modernisasi” dan setelah itu rapat per komisi pun dimulai. Di rapat per komisi, saya masuk dalam rapat komisi A yaitu tentang Isu dan Keumatan. Komisi yang amanah puskomda sumbar saya pegang. Karena ini adalah rapimnas terakhir FSLDK Indonesia masa ke puskomnas sekarang (IPB). Maka kebanyakan yang dibahas adalah evaluasi pergerakkan Komisi A FSLDK selama ini. Sudah berapa isu kita kaji dan tindaki. Seberapa banyak bencana yang kita bantu, baik dalam negeri hingga luar negeri (salah satu utusan FSLDK sampai di Palestine waktu itu) dan bagaimana dengan program-program komisi A ini di jalankan, serta rekomendasi apa bagusnya komisi A FSLDK kedepannya, khususnya setelah bergantinya puskomnas saat di FSLDKN XVII di Pontianak.
Ketua Puskomnas Pimpin Rapimas
Karena saya adalah koordinator daerah baru dikomisi A tentu saya berusaha menyamakan suhu dalam rapat tersebut. Walau tidak saya sendiri orang baru didalamnya. Haha. Tapi pada akhirnya saya dapat menyamakan suhu dan ikut bicara dalam rapat yang mempertemukan ikhwah antar pulau di nusantara ini. Setelah rapat komisi selama 2 hari, lalu di satukan kembali dirapat pleno mendengar arahan puskomnas. Dan kembali rapat komisi di malam harinya. Pertama kali saya rapat dalam 3 hari berturut-turut, sebuah pengalaman yang lumayanlah.
Sepanjang rapat ini, hal yang menarik menurut saya adalah ketika disela-sela rapat, kita diskusi antar LDK di daerah-daerah lain. Contohnya cerita ketua puskomda Papua. Ia kampus Universitas Negeri Musamus di Marauke, ujung Indonesia. Baru mendengar jauhnya kampus beliau saja. Itu sudah perjuangan yang sangat luar biasa. Dan saat mendengar perjuangan dakwah di Papua, hem... bukan main. Jadi muhasabah diri, seberapa besar perjuangan saya di dakwah ini. Abang itu menceritakan, di pulau sebesar papua, hanya ada 4 LDK, dan LDK-LDK disana sedang terkena berbagai masalah, termasuk LDK yang cukup lama di Universitas Cendrawasih dan Universitas Negeri Sorong. Maka dari itu, LDK dari kampus abang itu, yaitu LDK di Universitas Musamus di Marauke, yang baru berumur 3 tahun, sudah menjadi Puskomda Papua karena dinilai lagi sehat. Itu baru internal LDK, belum tantangan di daerah yang islam menjadi minoritas. Kalo disini masjid dimana-mana, kalo disana rumah ibadah agama lain yang dimana-mana.
Itu baru di Papua, blum di Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan tentunya Sumatera. Saya mendapat banyak pelajaran dari diskusi tentang perjuangan dakwah di daerah masing-masing dari punggawa nya langsung, yaitu para puskomda - puskomda FSLDK. Jadi 3 hari acara Rapimnas ini sangat member banyak hikmah didalamnya.
Lalu, pasca Rapimnas, kami bersiap-siap menuju Padang kota tercinta (ku jaga dan ku bela) #Eaaa. Namun, sebelum kesana, kami mampir ke Yogyakarta menemui senior Unand yang juga tim FSLDK Unand. Serta saat di Jakarta mampir ke rumah ka Vivi Rahmawati yang baru sehari nikah sama bang Bela Putra. Dua punggawa dakwah unand yang inspiratif bersatu. Dan dapat banyak wajangan dari dua senior tersebut. Hehe
Okelah ini ceritan Rapimnas III FSLDK waktu di Solo. Di singkat – singkat aja ceritanya. 

0 komentar:

Poskan Komentar