Minggu, 17 Januari 2016

Inilah Pertanda Shalat Kita Khusyu atau Tidak

Shalat khusyu, mukmin mana yang tak ingin melaksanakan shalat dengan khusyu. Tentu kita semua juga ingin shalat dengan khusyu. Allah sendiri berfirman dalam Al-Mu'minun ayat 1-2
"Telah beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyu' dalam shalatnya"
Maka dari itu kekhusyu'an dalam shalat adalah keberuntungan yang patut kita perjuangkan.

Akan tetapi masih banyak yang salah dalam mengartikan khusyu'. Hingga ada guyonan ketika seseorang tak mendengar panggilan atau bunyi dari suatu hal, dengan tenangnya ia berkata "Sorry bro, gue gak denger, tadi lagi khusyu'nya shalat gue."

Jadi kawan, khusyu' itu bukan tidak mendengar apapun. Piring pecah ngga kedengeran, kompor meleduk ngga kedengeran, bahkan sampe bom disarinah meledak juga ngga kedengeran. Bukan seperti itu.

Terus apa dong tanda shalat khusyu?

Bukan saya yang jawab, tapi coba kita tanyakan kepada hujjatul islam, yaitu Imam Al-Ghazali. Beliau berkata: 
“Tanda shalat yang khusyu adalah, tercegahnya sang pelaku dari berbuat keji dan mungkar hingga ke shalat berikutnya. Jika subuhmu khusyu, mana antara subuh hingga dzuhur kau kan terjaga dari berbuat yang nista dan yang jahat hingga tibanya waktu dzuhur. Begitu seterusnya.”
Masya Allah, jadi khusyu'nya seseorang bukan dilihat dari betapa tenangnya ia shalat dari takbir hingga salam. Namun terjaganya ia dari kemaksiatan dari salam hingga takbir kembali. 

Maka lihatlah shalat kita, apakah ia telah menjaga kita dari berbagai dosa? Terjaga dari hal-hal kemaksiatan seperti durhaka kepada orangtua, berkata bohong, berbuat curang (nyontek, titip absen),  menyentuh lawan jenis yang haram disentuh atau bahkan berzina, mengumbar aurat, memakan makanan haram, dan berbagai kemaksiatan lain. 

Karena pada dasarnya setiap amal akan meneguhkan hati untuk selalu menjaga diri dari hal-hal buruk. Maka benarlah "Tanda diterimanya amal hamba disisi Allah" ucap seorang muhaddits mulia  bernama Ibn Rajab Al Hanbali "adalah ketika satu ketaatan menuntunnya pada ketaatan yang lebih baik lagi. Adapun tanda ditolaknya amal adalah ketika ketaatannya disusuli dengan kemaksiatan, ia tak tercegah darinya."

Sudahkah shalat kita menjauhkan kita dari maksiat kepada-Nya?

#MelangkahMenginspirasi



4 komentar: