Kamis, 29 Desember 2016

Menyimpan Perasaan adalah Hak Setiap Individu

            Suatu hal yang sangat penting di dunia ini yang sangat tidak boleh dicampuri oleh orang lain adalah perasaan.  Ia adalah sisi kehidupan seseorang yang amat privasi, tak boleh ada intervensi apapun dari pihak luar. Karena perasaan lah tempat ia menjadi manusia paling jujur. Seberapa besar kebohongan yang pernah ia buat, ia tetap harus jujur dengan perasaannya.

            Tak boleh kita memaksakan perasaan orang lain terhadap kita, baik itu benci, rindu, dendam, hingga cinta. Setiap orang berhak membenci setiap orang yang dia inginkan, setiap manusia berhak mendendam kepada siapapun yang dia mau. Jika pun ada seseorang yang membenci kita. Bukan ranah kita untuk memaksanya menyukai kita. Begitu-pun perasaan cinta, ia tak bisa dibuat-buat dan dipaksakan. Karena Kahlil Gibran pernah berkata bahwa  “cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas itu tak tercipta dengan sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun bahkan berabad-abad”.

            Maka berhentilah memaksa perasaan seseorang, karena itu menghabiskan tenaga. Engkau hanya perlu memainkan peran dengan sebaik yang engkau punya kepada setiap orang disekitarmu. Tak boleh ada yang termarjinalkan atau kita asingkan. Berlakulah adil dalam pergaulan, menyebar senyum ke sesama, membantu jika sanggup dan menjadi seseorang yang terbaik semampu kita.

            Jika masih ada seseorang yang membenci kita, tak perlu risau. Itu hak mereka. Jika ada dendam kepada kita, tak perlu gundah. Jadilah insan terbaik semampu kita dihadapannya. Tetap menjadi seseorang ramah dan pemaaf. Juga perasaan dendam dan benci dihati kita, itu juga hak kita untuk mengaturnya, mau disimpan atau dibuang, sekali lagi itu hak kita. Namun karena itu perasaan kita, tentu kita bisa mengaturnya dengan baik, kan? Melenyapkan benci dan dendam bukannya lebih baik?


            Begitu juga bila seseorang yang kita cintai, ternyata tak mencintai kita. Tak perlu memaksakan. Masih banyak cinta lain yang bisa kita perjuangkan, bukan? Atau mungkin, ada seseorang di ujung sana yang menyimpan cinta amat dalam kepada kita. Bahkan orang itu sedang berada disekeliling kehidupan kita sekarang. Siapa yang tahu, kan?


Azmul Pawzi
#MelangkahMenginspirasi



0 komentar:

Poskan Komentar